Bapak Anak Bergandeng Tangan Mau Masuk Gedung DPRD

802

NGLIPAR-MINGGU WAGE | Slamet, S.Pd. MM politisi Golkar, pada pileg 2019 kehilangan kursi DPRD DIY. Tahun 2024, setelah lompat pagar ke Gerindra, dia ‘runtang-runtung’ dengan Arif Fajar Hananta A.Md.T, anak kandungnya untuk menggedor gerbang Malioboro, bangkit merebut kursi yang hilang.

Amat istimewa, Arif Hananta didorong masuk ke gedung DPRD Gunungkidul melalui Dapil 2, Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar dan Ngawen.

Slamet Harjo, demikian panggilan akrab Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Gunungkidul itu telah memperhitungkan cara dan strategi menambang suara.

Tidak tedeng aling-aling, Slamet berkolusi (tandem) dengan anak yang pebisnis muda di bidang percetakan itu.

Dia mengajari anak sulungnya mengamati kompetitor Dapil 2 Gunungkidul yang jatah kursinya hanya delapan (8).

Slamet menyimak, Dapil Gunungkidul berdasarkan PKPU No. 6 Tahun 2023 alokasi kursinya belum berubah.

Dalam Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2023 disebutkan, jatah kursi DPRD DIY dapil Gunungkidul masih sama yaitu 11 legeslator.

Sementara sistem pemilu 2024 masih diperdebatkan, mau terbuka atau tertutup belum ditetapkan.

Bagi Slamet, pemilu terbuka atau tertutup tidak ada persoalan. Dia bersama Purwantono, ST Ketua DPC Gerindra Gunungkidul dan fungsionaris lainnya telah menyiapkan strategi tertentu.

“Tidak perlu saya sebut di sini,” kata dia.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.