GIRISUBO, SENIN PON-Kucuran bantuan Pemerintah dari berbagai Kementerian dari tahun ke tahun tak lantas membuat kesejahteraan masyarakat. Program Rumah Tak Layak Huni (RTLH), Dana Desa (DD), ataupun Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditengarai seringkali tidak tepat sasaran.
Sukiyem (70) warga Padukuhan Sawah, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo menjadi salah satu bukti bahwa bantuan dari Pemerintah tersebut tak tepat sasaran. Janda tua yang hidup merana seorang diri tersebut mengaku tidak pernah tersentuh sedikitpun bantuan dari Pemerintah semacam PKH, BPNT, maupun RTLH.
“Anak kulo pun puluhan tahun merantau wonten Sumatera, (anak saya sudah puluhan tahun merantau ke Sumatera),”ujar mbah Sukiyem saat wartawan INFOGUNUNGKIDUL.com menyambangi rumahnya (24/12).
Sukiyem yang mempunyai keterbatasan fisik yakni cacat di bagian kaki tersebut, mengaku aktifitasnya saat ini hanya di rumah saja. Beberapa tahun lalu mengeluhkan sakit pada kedua kakinya yang menghalangi aktivitasnya. Kesehariannya Sukiyem mencari nafkah sendiri dengan mengandalkan buruh tani.
“Nggih sakniki wonten nggriyo mawon, pun mboten saget buruh tani teng wono, (ya sekarang hanya di rumah saja, sudah tidak bisa kerja buruh tani ke ladang),”kata Sukiyem sembari menunjukan kakinya yang sakit.
Sejak hidup menjanda setelah suaminya meninggal Sukiyem hidup dengan mengandalkan belas kasihan tetangga ataupun dermawan yang terkadang menyambangi rumahnya. Rumah yang sudah usang dan reot pun menjadi tempat berlindung Sukiyem dari terpaan angin di malam hari atau derasnya air saat hujan tiba. Tak ada barang mewah dari sudut-sudut rumahnya, perabot masak sederhana, dan dinding kayu usang menjadi pemandangan memprihatinkan rumah Sukiyem.
“Angsal bantuan banyu pas usum ketigo niko saking pemerintah, (dapat bantuan air pas musim kemarau itu dari pemerintah),” imbuhnya sekilas mengingatnya. (Fajar)






