SISI LAIN MENYELAMATKAN DIRI DARI TSUNAMI

1764

WONOSARI, SELASA WAGE-Azab neraka bisa dihindari dengan cara mengingat Allah. Prosedur zikir (mengingat Allah) bisa dilakukan dengan cara berdiri, duduk, dan atau berbaring. Bencana, apa pun jenisnya, berarti bisa dihindari dengan cara yang sama, termasuk menghindari bencana tsunami.

Bencana dan azab adalah dua peristiwa yang pada hakekatnya merupakan cobaan atau ujian bagi segenap umat manusia.

Bencana dan azab dalam hubungannya dengan ujian, manusia dibelah menjadi dua golongan. Satu golongan disebut orang saleh, golongan yang lain disebut sebaliknya.

Mereka (dua golongan tersebut) diuji dengan diberi (nikmat) yang baik-baik, dan (bencana) yang buruk-buruk, tujuannya agar mereka kembali kepada kebenaran.

Bencana serta azab, datangnya adalah dari Allah SWT, bukan dari yang lain. Di dalam Surat ke 112, Al Ikhlas ayat 2 disebutkan, Allah adalah Tuhan, tempat segala sesuatu bergantung.

Soal tempat serta waktu turunnya bencana dan azab bisa terjadi kapan, juga di mana pun. Bencana banjir terjadi pada zaman Nabi Nuh. Bencana tsunami baru saja terjadi di Selat Sunda 22/12/2018.

Catatan para pakar, tidak ada satu ilmu dan teknologi pun yang bisa mendeteksi, apalagi menghalangi turunnya bencana serta azab.

Jika Allah menimpakan bencana kepada manusia, tidak ada yang dapat menghilangkannya, selain Dia. Jika Dia mendatangkan kebaikan, maka Dia maha kuasa atas segala sesuatu.

Membaca sejarah kemanusiaan, becana serta azab itu diturunkan, ketika manusia banyak berpaling muka dan menyekutukan Tuhan. Tidak jarang, sedang tertidur lelap pun becana tiba-tiba datang.

Mencermati istilah bencana, di dalam Al Quran ditemukan di dalam 25 surat, 45 ayat. Sementara istilah azab ditemukan pada 84 surat, dijabarkan ke dalam 405 ayat.

Agar tahu hakekat bencana dan azab kemudian terhindar darinya, disarankan mengkaji 109 surat Al Quran yang terjabarkan di dalam 450 ayat.

Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.