Categories: PEMERINTAHAN

Berdasarkan Hasil Penelitian, Gunungkidul Memiliki 247 Sekolah Inklusif

WONOSARI, Selasa Legi – Pendidikan inklusif dicanangkan dan ditindaklanjuti pemerintah lewat peraturan menteri nomor 70 tahun 2009. Pendidikan inklusi adalah  pelayanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan pendidikan khusus di sekolah regular (SD, SMP, SMU, dan SMK) yang tergolong luar biasa, baik dalam arti kelainan, lamban belajar, maupun berkesulitan belajar lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, di Gunungkidul dinyatakan memiliki 247 sekolah kategori inklusif.

“Sekolah inklusif harus memberikan pelayanan kepada anak dalam kondisi apapun,”

Demikian disampaikan Bahron Rosyid, Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, usai mengikuti diskusi hasil penelitian pengembangan strategi untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengakomodasi kebutuhan anak, di ruang Rapat 1, (29/08).

Bahron memaparkan, guru yang bertugas di sekolah inklusif cukup terlatih dan telah bisa menjalankan tugas  dengan baik.

“Cara menangani anak yang berkebutuhan khusus, sebelumnya tentu didahului dengan pelatihan assesment,” tegas Bahron.

Terkait dengan pelayanan individual terhadap siswa berkebutuhan khusus, menurut Bahron tidak hanya sebatas 247 sekolah yang diyatakan  inklusif, tetapi semua sekolah di Gunungkidul tanpa terkecuali.

KPH Wironegoro sebagai ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara dalam acara yang sama, mengatakan, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Disabilitas.

“Pendidikan inklusif di DIY diawali di Gunungkidul, tertuang dalam SK Kemendikbud  tanggal 27 Juni 2013,” kata dia.

Menurutnya, pendidikan inklusif di Gunungkidul merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan human capital pada sektor pendidikan.

Dalam deseminasi hasil penelitian tersebut dihadiri Asek III, Ir. Anik Indarwati, SP, mewakili Bupati, Kadisdikpora, Tim peneliti dari UGM, KPH Wironegoro, beserta kepala sekolah dan kepala UPT TK,SD, seluruh Gunungkidul.

 

Reporter: W. Joko Narendro.

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

3 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

23 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago