BLUNDER DEMOKRASI, PEMILIK KEDAULATAN  KEHILANGAN KEHORMATAN

2305

Aneh lagi, ketika bertemu dengan rakyat yang sejatinya adalah sang pemilik kedaulatan, mereka, para pejabat politik itu minta dihormati. Padahal merekalah yang seharusnya menghormati, karena kursi lima tahunan itu adalah milik rakyat.

Tanpa sadar, rakyat ‘dipaksa’ karena budaya, harus cium tangan para pejabat politik, dan bukan pejabat politik yang cium tangan rakyatnya. Ini benar-benar peradaban terbalik dan tidak tahu diri.

BSP SEBAGAI KANTOR BUPATI GUNUNGKIDUL KE 7, BUTUH PINTU MASUK

Rakyat, menurut Cak Nun, adalah Bos. Rakyat, kata dia, oleh sebab itu tidak sepatutnya dihinakan.

Pada tataran yang lebih tajam, manusia, mestinya menyembah Tuhan, sementara pada peradaban terbalik, Tuhan disuruh menyembah manusia.

Saking bebasnya peradaban demokrasi, tidak terasa bahwa sebagian manusia telah berani menghina Tuhan Sang Pencipta jagat seisinya dengan menolak perintah, kemudian mengerjakan semua laranganNya. Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.