BUMDES JANGAN MEMBUNUH PEREKONOMIAN RAKYAT

150

GUNUNGKIDUL – Kamis Wage | Setiap desa berlomba untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai amanat undang-undang. Yang harus diperhatikan adalah agar sektor usaha BUMDes tidak berhadapan langsung dengan usaha rakyat.

BUMDes yang didirikan oleh desa harus mengambil posisi yang tidak kompetitif dengan usaha rakyat yang telah ada.

 

 

BUMDes bisa diarahkan atau membidik sektor primer, misalnya bidang energi dan air bersih. BUMDes jangan diarahkan misalnya membuka toko serba ada, hal ini akan berhadapan dengan usaha kelontong milik warga. Bahkan, usaha tersebut dapat membunuh sumber penghasilan warga.

BUMDes semestinya mengambil posisi yang berbeda dari usaha yang dikelola oleh masyarakat kecil di desa  Pemerintah desa harus semakin kreatif untuk menggali potensi lokal yang ada yang diusahakan melalui BUMDes.

Contoh BUMDesa bisa membidik usaha bidang galian C, agar potensi tersebut bisa dioptimalkan oleh desa melalui BUMDes, jangan sampai potensi besar itu nantinya justru diambil oleh investor, dan akhirnya masyarakat tidak dapat apa-apa.

Peluang lain misalnya membuka stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hal ini menjawab dari kebijakan pertamina yang melarang masyarakat membeli BBM dengan jerigen, mendirikan pabrik pupuk organik dengan menggandeng gapoktan atau kelompok tani, mendirikan biogas, mendirikan agen elpiji, mendirikan SPANDES atau jika modalnya cukup kuat bisa mendirikan klinik, atau bisa juga mendirikan BPR. (Slamet, S.Pd MM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.