Bunga Bayem Jengger Pemikat Hati Pelancong

48

WONOSARI, Kamis Legi–Bunga Bayem Jengger (BBJ) yang nama ilmiahnya Celosia plumose memiliki daya tarik cukup kuat. Guna memikat perhatian wisatawan, jalan masuk Gunungkidul. mulai Patuk hingga Wonosari cocok ditanami BBJ.

Profesor Edward F. Gilman, dari Universitas Florida menyatakan, Celosia plumose termasuk tanaman menahun. Dia bermaksud mejelaskan, bunga Celosia plumose tahan lama. Berbeda dengan bunga amarilis yang tiga tahun terakhir menggegerkan pelancong yang melintas di sepanjang tepi jalan Nasional, spesifik Desa Salam Kecamatan Patuk. Bunga Bayam Jengger, diuji coba ditanam Tahura, Hutan Tleseh, Bunder, Kecamatan Playen. Di Bunderan Tahura ditanam dua warna, kuning dan merah.  Bunga Celosia plumose, dikumpulkan dari berbagai sumber memiliki lebih dari dua warna, ada yang pink, ada pula warna putih.

Tekstur bunga cockscomb, demikian nama umum Celosia plumose, terlihat seperti jaringan otak. Dia berbunga lembut, tipis dan ringan.

Budidaya cockscomb, banyak dilakukan para penjual bibit bunga. Waktu semai yang dianggap paling tepat adalah bulan Juni atau Juli.

“Disemai pada musim hujan sebenarnya juga bisa, namun pertumbuhannya kurang maksimal,” papar Ngadiyo, warga Salam, Patuk, (15/2).

Karena budidaya Celosia plumose, dia mengaku, banyak wisatawan domestik yang mampir ke rumah untuk membeli dua sampai tiga polybag.

“Tidak mahal, hanya Rp 25.000,00 per polybag. Harga segitu kadang masih ditawar,” ujarnya. Agung Sedayu-ig




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.