Bupati Badingah Jajan Soto, OPD Paparkan Praktek Pelayanan Publik

142

PLAYEN – Sabtu Pon | Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos menerima penghargaan sebagai pembina pelayanan publik dengan kategori sangat baik. Tiga Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) diminta menjelaskan secara teknis keberhasilan pelayanan dalam kesempatan jumpa pers, sembari jajan soto di Logandeng.

Dalam kesempatan tersebut, Kelik Yuniantoro, S.Sos.MM, Kepala Dinas Kominfo, bertindak selaku pemandu acara.

Video Terbaru:

Berlokasi di Warung Soto Kembang Sore, Plumbon Lor, Desa Logandeng, Playen, Jum’at (8/11/19), Kelik membagi waktu untuk Kadinas PMDT, RSUD dan Dukcapil.

Drs. Irawan Jatmiko, M.Si. Kepala DPMPT Gunungkidul memaparkan, cara berfikir pelayanan publik terkait perizinan memasuki babak baru.

Perizinan bukan sebatas upaya penyederhanaan proses, tetapi mencakup bahwa perizinan itu adalah alat untuk mendorong investasi.

Itu sebabnya inovasi pelayanan cepat seperti  terobosan tandatangan ekektronik, meraih penghargaan dari Kementerian PANRB kategori prima. Dalam hal ini nama Bupati Badingah pun makin melambung di mata Pusat.

Ke depan, demikian Irawan menunjuk contoh, setelah Ternimal Wonosari  dikembangkan menjadi pusat bisnis berlantai dua, di situlah peran perizinan menjadi terbukti bisa mendorong investasi.

Tidak kalah seru cerita dr. Heru Sulistyowati, Kepala RSUD Wonosari. Di sela santernya keluhan  masyarakat, dia berbenah pada enam item standar pelayanan publik.

Persoalan kecil, ketersediaan kantin rumah sakit pun dia benahi, supaya lingkungan tidak berbau obat.

Sementara Arisandy Purba, MP. MPA, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil menyatakan, Pusat ada kebijakan memilah pelayanan catatan sipil dan pendaftaran penduduk.

Dukcapil Gunungkidul menurutnya bertahan pada satu alur, menganut sistem ban berjalan. Pada dasarnya, menurut Sandy itu lebih riil dan efektif. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.