Membangun Komunikasi Pintu Masuk Memahami Intoleransi di Gunungkidul  

121

PLAYEN – Sabtu Pon | Mayor Sunaryanta bertemu dengan pengurus Majelis Umat Kristen Indonesia (Muki) di GK-Steak, Sabtu siang, 9/11/19. Dialog yang tidak lebih dari 120 menit dan dihadiri 21 anggota Muki itu membahas pemberdayaan manusia untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Mayor Sunaryanta menengarai, bahwa di Gunungkidul, ada problem serius berkenaan dengan intoleransi, juga fenomena bunuh diri.

Video Terbaru:

Dia beranggapan, apa pun pokok persoalannya perlu diawali komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk dengan Muki.

Pintu masuk ke ranah kesalahpahaman sosial antar individu maupun antar kelompok organisasi massa dan keagamaan akarnya berada di titik pembangunan sumberdaya manusia.

Satu point penting pemberdayaan manusia itu menurutnya adalah membangun komunikasi tanpa henti. Ketika lalulintas komunikasi buntu atau memang sengaja disumbat, menurut Mayor disitulah muncul aneka persoalan.

Titus Harno Wibowo, Ketua Muki Gunungkidul menyatakan, kecenderungan intoleransi memang harus diakhiri. Dia sepakat, pembenahan atau pembangunan sumberdaya manusia menjadi entri poin untuk menyelesaikan problema.

“Utama dan itu penting, komunikasi itu demi keutuhan NKRI,” tegas Titus Harno Wobiwo, (9/11/19). (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.