Bupati Gunungkidul Serukan Daging Sapi dan Kambing Aman Dikonsumsi

496

PONJONG – Kamis Legi | Penyakit sapi gila (anthrax) memukul tidak hanya peternak sapi dan kambing, tetapi juga Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul. Itu terbukti, dua hari berturut-turut, wartawan diundang di tempat yang berbeda untuk menerima penjelasan soal anthrax.

Pertama, dilakukan Rabu 15 Januari dipimpin Asek Perekonomian dan Pembangunan Ir. Azman Latif.

 

 

Kedua, monevkoran (monitoring evaluasi dan koordinasi antisipasi anthrax) dilakukan Kamis 16 Januari 2020 dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos, didampingi Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, SE.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT. melalui Surat No. 005/0249 mengundang segenap awak media untuk datang ke Rumah Makan Sakinah Bedoyo, Kecamatan Ponjong.

Jumpa pers yang dipandu Kadinas Kominfo, Kelik Yuniantoro tersebut bertajuk Makan Daging Sapi dan Kambing di Gunungkidul Tetap Aman dan Sehat.

Menurut Badingah, harus diakui, bahwa pemberitaan soal anthrax, secara psikologis berdampak pada menurunnya kegemaran mengkonsumsi daging sapi dan kambing.

Laporan yang sempat dia catat, turunnya konsumen kuliner daging sapi dan kambing mencapai hingga 20%, tanpa menyebut angka riil konsumen.

Hadir dalam acara makan bareng dengan menu utama daging sapi dan kambing dihadiri Wakil Bupati Drs. Dr. Immawan Wahyudi, MH, Sekda Drajad Ruswandono, Wakapolres Gunungkidul, Komandan Kodim 0730, Kapala Kejaksaan Negeri, serta Kepala-Kepala Organisasi Pemerintah Daerah yang terkait dengan kesehatan baik hewan maupun SDM.

Secara bareng-bareng Badingah menikmati olahan daging RM Sakinah Bedoyo, sembari menyerukan, warga tidak perlu takut mengkonsumsi daging, baik sapi maupun kambing.

Persoalan anthrax di Gunungkidul, menurut Badingah  secara medikal dan sosial telah terantisipasi dan teratasi dengan baik. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.