Bupati Gunungkidul: Tanah Kas Desa di Posisi Strategis Tidak Dijual atau Disewakan

192

RONGKOP, SABTU WAGE – Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos meminta agar tanah kas desa yang berada di tempat strategis tidak dijual atau disewakan. Tanah tersebut dapat digunakan sebagai lokasi menjual produk- lokal karya warga setempat.

Hal tersebut disampaikan bupati pada acara Workshop Industri Kreatif yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Korcam Rongkop 17-20 Januari 2019.

Lebih lanjut Badingah meminta, warga yang bergerak dibidang pertanian tetap tekun. Pemerintah Daerah, ungkap Bupati akan selalu memperhatikan, karena pertanian menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan Workshop Industri Kreatif IKG Korcam Rongkop menghadirkan tiga narasumber jaringan pengusaha profesional diantaranya, Desy Adtiarini, Owner Tiara Design (souvenir batik val dan batu tulis), Eni Rahma, Ceo Sahaza food, Sri Suparwati, Owner Kahnzaru Art.

Bupati Gunungkidul mengakui bahwa dirinya bangkit dari seorang entrepreneur. Dia mengajak warga agar menekuni bakat dan mendalami materi workshop untuk diaplikasikan dalam kegiatan usaha.

“Perkembangan hasil pelatihan ini akan saya pantau. Saya minta warga selalu semangat mengikuti pelatihan hingga selesai” ungkap Badingah.

Sementara itu, Koordinator IKG Kecamatan Rongkop, H. Markian, menyampaikan, kegiatan workshop yang diselenggarakan selama tiga hari itu dibiayai IKG. Pelaksanaan pelatihan dipusatkan di UPT Kecamatan Rongkop.

”Kami warga Rongkop yang berada di perantauan bertekad, tulus, ikhlas mengubah Rongkop menjadi kota industri kreatif, agar masyarakat maju dan memiliki daya saing”, ungkap Markian.

Senada dengan Markian, Ketua Umum IKG, Edy sukirman, menyampaikan, IKG mempunyai program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Kegiatan seminar IKG Korcam Rongkop merupakan salah satu program jangka pendek yang akan menjadi contoh di 17 kecamatan berikutnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibunda Bupati tercinta yang sangat melindungi warga masyarakatnya dan senantiasa memotivasi kami (IKG),” pungkasnya.

Hingga hari ini kegiatan Workshop Industri Kreatif telah memasuki hari kedua dan akan ditutup Minggu, (20/01) besok. Direncanakan kegiatan tersebut tidak akan berhenti pada tahapan seminar, namun akan berkelanjutan sampai digelar expo industri dan pagelaran budaya. Ag/ig




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.