Bupati Sunaryanta Inspeksi Mendadak di Dua Gudang Pupuk

184

WONOSARI-SELASA PON | BMKG memperkirakan musim hujan di Gunungkidul akan normal pada minggu terakhir Oktober 2021. Terkait hal itu Bupati Gunungkidul Sunaryanta melakukan sidak gudang pupuk Jeruksari dan Semanu.

Orang nomor satu di Gunungkidul itu didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kelik Yunianto, S.Sos, MM. serta perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.

Sarana prasarana pupuk menjadi kebutuhan utama para petani di awal musim tanam 2021/2022.

Bupati Sunaryanta ingin memastikan bahwa ketersediaan pupuk di Gunungkidul cukup.

“Ini penting karena mayoritas warga Gunungkidul bermata pencaharian petani,” ujar Bupati Sunaryanta,. Senin 13-9-2021.

Perwakilan PT PUSRI Imam Triyono, SE di Gudang Pupuk Jeruksari memaparkan, bahwa persediaan urea bersubsidi stok di Gudang ada 1.100 ton dari kapasitas Gudang 3000 ton.

“Saat ini masih dalam perjalanan ada tambahan stok sebanyak 600 ton” papar Imam Triyono kepada Bupati Sunaryanta.

Selain itu dia menjelaskan bahwa proses penebusan lancar. Pada bulan Agustus, kata Imam Triyono, telah didistribusikan 600 ton ke petani melalui distributor dan kios.

Rata-rata menurutnya 20 ton sehari disalurkan ke petani. Angka penyaluran pupuk urea bersubsidi sampai dengan bulan Agustus secara kumulatif mencapai 4.087 ton atau 22% dari kuota 17.979 ton urea kabupaten Gunungkidul.

Imam Triyono berharap, petani segera menebus sisa kuota yang ada agar pupuk bisa terserap semua.

Ketika meninjau gudang pupuk bersubsidi PT PETROKIMIA di Gudang Semanu Bupati Sunaryanta diterima perwakilan PT PETROKIMIA Ilham Darmawan, SP.

Dalam laporannya Ilham Darmawan menjelaskan kuota pupuk bersubsidi dari PT PETROKIMIA sejumlah kurang lebih 11.000 ton terdiri NPK 8.251 ton, SP-36 1.421 ton, ZA 687 ton, pupuk organic padat 855 ton serta pupuk organic cair 2.138 ton.

“Khusus pupuk NPK Phonska sudah tersalurkan 3.400 ton di gudang tersedia 176 ton siap disalurkan ke petani,” kata Ilham Darmawan.

Menurut Ilham kuota pupuk 2021 lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan cukup untuk kebutuhan petani Gunungkidul.

Menyimpulkan hasil sidak Bupati Sunaryanta memerintahkan Dinas terkait untuk segera rakor antara penyalur pupuk bersubsidi dan petani untuk kemudahan penebusan, dan tercapai kesepahaman tentang tata cara penebusan sehingga tidak terjadi kesalahan teknis di tingkat lapangan.

Terpisah, Kadinas Pertanian dan Pangan Ir. Bambang Wisnu Broto melaporkan bahwa Dinas Pertanian telah mengeluarkan surat edaran kepada poktan dan gapoktan yang isinya agar para petani segera menebus pupuk sebagai persiapan musim tanam 2021/2022.

Hal ini dimaksudkan agar petani tidak menebus pada waktu yang sama sehingga menyulitkan distribusi, menimbulkan antrian. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.