Categories: PEMERINTAHAN

Bupati Sunaryanta Konsen Pariwisata, DPRD Ajukan Enam Kritik

WONOSARI-SABTU LEGI | Ir. Asti Wijayanti, MA Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul melaporkan bahwa 9 program tahun 2020 yang dijabarkan dalam 16 kegiatan tercapai 95, 92%. Menurutnya, pariwisata di Gunungkidul merupakan sektor yang tumbuh cepat, tetapi DPRD untuk program 2021 triwulan pertama menulis 6 kritik dan saran.

Laporan tersebut bisa dilihat pada nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 kepada legislatif di halaman 21.

Rencana alokasi anggaran Dinas Pariwisata melaporkan, sebesar Rp 9.061.802.520,00 terealisasi sebesar Rp 8.691.914.116,88.

“Pariwisata merupakan salah satu sektor kategori tumbuh cepat sekaligus yang terdampak pandemi sangat signifikan,” tulis Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, 25-3-2021 silam.

Oleh sebab itu menurutnya diperlukan sinergi semua pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan melalui penerapan adaptasi kebiasaan baru pada setiap destinasi wisata.

Ini, kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, untuk meyakinkan wisatawan Nusantara maupun mancanegara agar kunjungan dapat terdongkrak kembali.

Terhadap program pariwisata tahun 2021 DPRD Gunungkidul memberikan saran masukkan dan koreksi agar penyelenggaraan pengelolaan pariwisata semakin baik.

Dewsn menulis enam catatan menyangkut penyelenggaraan dan pengelolaan pariwisata, karena Bupati Sunaryanta sangat konsen terhadap pariwisata.

Pertama, potensi pendapatan pariwisata belum optimal. Perlu adanya kajian potensi penerimaan.

Kedua, ada peluang kenaikan jumlah wisatawan di masa pandemi Covid-19. Perlu ditegakkan protokol covid-19 lengkap dengan fasilitasnya.

Tiga, pengunjung banyak mengeluh terkait penarikan biaya yang berlebihan, DPRD menyebut parkir. Petugas lapangan perlu diawasi agar tidak melakukan pungutan melebihi ketentuan yang berlaku.

Keempat, masih ditemukan konflik pada beberapa destinasi wisata. Dispar harus melakukan mediasi dan koordinasi untuk mengatasi konflik yang terjadi.

Kelima, fasilitas pariwisata sangat terbatas misalnya air bersih, akomodasi, gardu pandang dan lahan parkir. Solusinya sarana dan prasarana diperbaiki, jika memungkinkan pihak swasta dilibatkan.

Keenam, ada peluang untuk mengangkat destinasi wisata baru yang kurang populer. Dalam hal ini, menurut rekomen DPRD, promosi dari berbagai lini perlu dilakukan.

(Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

2 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

1 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago