Celah Rumit, Terkait Langkah Bedah Pindul

154

WONOSARI, Sabtu Legi –Bambang Krisnadi, anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) merespon langkah berani yang dilakukan Slamet S.Pd. MM, terkait penataan Pindul melalui  BUMDES Desa Bejiharjo.

Menurut Bambang Krisnadi, ada hal yang sangat penting untuk diperhatikan secara cermat dan hati-hati. Sepanjang status tanah  yang ada di kawasan itu belum tuntas,  selama itu pula  masalah pelik yang rumit akan terus menghadang.

Tanah di atas dua lubang, baik pintu masuk maupun keluar goa, menurut Bambang Krisnadi masih berstatus  sertifikat hak milik (SHM).

“La monggo, ini musti diberesin lebih dulu,” ujarnya 6/5/17.

Merespon saran Bambang Krisnadi, Slamet mengatakan, penyelesaian status kepemilikan tanah merupakan tahap kedua, setelah tahap pertama terselesaikan.

“Gagasan penting yang  segera diterapkan, sesuai rencana yang telah saya agendakan adalah menyatukan operator Goa Pindul ke dalam satu wadah BUMDES,” demikian Slamet memaparkan alasan.

Dia meyakini, para tokoh Pindul yang awalnya berjuang, memiliki kesadaran tak mau pecah piring.

“Saya optimis, kawan-kawan di sana tidak menghendaki kekerabatan dan persaudaraan ambyar, hanya gara-gara sepotong roti,” pungkas dia. Agung Sedayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.