Masih Ada Peluang Kumpulkan Debu Pariwisata

17

Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul membangunrest area di dua titik, satu di timur sungai Oya pada km 30, dari arah Jogja, dua di desa Ngalang, kecamatan Gedangsari. Guna menjamu wisatawan, masyarakat secara individual mulai merintis rest area super mini(RASM), untuk mengumpulkan debu pariwisata.

Bentuk RASM yang diprakarsai warga tentu  tak semegah seperti milik pemerintah. Meski demikian, inisiatif membangun RASM   manfaatnya bisa dirasakan langsung.

Contoh lokasi RASM ada di halaman rumah Ngadijo, warga Padukuhan Ngasem Ayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk.

Posisi halaman  memang sangat strategis, banyak  tanaman hias, tanaman obat serta sayuran, dengan dominasi  bunga matahari. Ternyata, inisiatif sederhana itu cukup menarik perhatian para pelancong.

Setiap hari, dipastikan ada rombongan mampir untuk sekedar selfi. Tidak jarang,  nasib baik pun  berpihak kepada Ngadijo. Beberapa tamu memborong bunga matahari yang ditanam di dalam polybag.

Iseng bertanya soal harga, luar biasa fantastik. Satu bunga dilabel Rp 25 hingga Rb 30 ribu per polybag.

Untuk keperluan sosial, tokoh setempat menyumbang saran, di lokasi RASM patut disediakan kotak amal bagi para pelancong yang  singgah, dan hanya sebatas berpose di depan kamera.

Berjualan tanaman hias, bibit tanaman obat, atau dengan kata lain menyediakan lokasi RASM, sepanjang jalan Patuk-Wonosari adalah peluang terbuka bagi warga yang berminat.

Ini sebuah terobosan yang patut dipertimbangkan, karena tidak menyedot modal terlalu banyak.

Pengalaman Ngadijo, bisa membeli mesin cuci, kulkas, tv dan perkakas lain hanya bermodal tanah seluas 300 meter persegi, kemudian dipaes dengan aneka tanaman yang digemari wisatawan.

 

Penulis: Maretha




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.