BACA JUGA:
Dispar Latih Operator Konten Sentral Informasi Pariwisata
Selain itu BPTP Yogyakarta mengintroduksikan beberapa varietas padi unggul baru diantaranya Rindang 1, Rindang 2, Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Inpago Unsud dan Inpari 42 GSR.
“Hasil dari varietas padi unggul baru tersebut di lahan Wono Mengger Desa Nglipar dengan luasan 100 hektar, setelah di ubin menghasilkan 7,4 ton per hektar,” jelas Joko Pramono.
Sementar itu Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, S.Sos menyampaikan, pertanian masih menjadi sektor unggulan penyangga ekonomi masyarakat disamping pariwisata.
Badingah menambahkan, dengan kemajuan pariwisata yang ada di Gunungkidul saat ini, petani harus bisa kreatif untuk dapat menarik minat wisatawan dengan menyajikan produk hasil pertanian.
BACA JUGA:
Tahun 2020 DPUPKP Gunungkidul Biayai 23 Kegiatan Fisik Prioritas
“Disamping petani menjual hasil pertanian secara langsung, saat ini kita berikan pelatihan-pelatihan untuk mengolah kuliner sehingga mencukupi kebutuhan para wisatawan yang ada. Dengan demikian masyarakat akan memiliki nilai tambah secara ekonomi,” pungkas Bupati. Ag/ig
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…
YOGYAKARTA - RABU PON, Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju,…