Dua Pabrik Pupuk Palsu Digerebek Polisi

320

WONOSARI – Jum’at Legi | Dua pabrik pupuk palsu di wilayah Kecamatan Ponjong digerebek Satreskrim Polres Gunungkidul. Dari penggerebekan tersebut, dua tersangka bersama barang bukti berhasil diamankan.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut, bermula adanya laporan indikasi distribusi pupuk palsu.

Sebelumnya, penggrebekan telah dilakukan Polres Klaten di salah satu pabrik pupuk palsu di wilayah Kecamatan Ponjong. Selanjutnya, Polres Gunungkidul melakukan pengembangan, dan akhirnya petugas menemukan dua pabrik pupuk yang diduga palsu di wilayah tersebut.

“Saat dilakukan penggerebekan, diketahui pupuk yang di produksi berbahan dasar batu gamping, tanah dan pewarna tekstil,” terangnya saat menggelar Konferensi Pers di Rupbasan Wonosari, Jum’at (06/03/2020).

Anak Agung menyampaikan, dua tersangka yang berhasil ditangkap yakni SU (40) warga Kecamatan Ponjong, dan AA (29) warga Kecamatan Karangmojo. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya bahan baku pupuk, 28 karung pupuk Ponska, 93 karung pupuk Bima, 12 karung pupuk Bima NPK, 1 mesin ayak, cangkul, dan 3 mesin pecampur.

“Pabrik tersebut sudah beroperasi selama satu tahun terakhir,” jelasnya.

Menurut pengakuan tersangka, pupuk tersebut dijual keluar daerah Gunungkidul, yakni di wilayah Klaten dan wilayah Boyolali. Selama ini, mereka hanya memproduksi pupuk ketika menerima pesanan.

“Pesanan paling banyak senilai Rp 14 juta,” terangnya.

Kedua pelaku terancam pasal berlapis, Pasal 62 (1) Jo Pasal 8 (1) Huruf E Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak 2 miliar.

“Saat ini pelaku dilakukan penahanan di Polres Gunungkidul untuk proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Agung. (hr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.