GUNUNGKIDUL, Jumat Pon – Usaha Tambang batu di Gunungkidul tidak ubahnya secawan madu, sangat manis, dan menjanjikan pundi-pundi keuntungan. Namun di balik semua itu, ada ancaman bencana longsor, hingga hilangnya jati diri Gunungsewu.
Gunung bukanlah barang yang bisa diperbaruhi, sekali ditambang habis tidak akan muncul penggantinya. Manakala kelak ditanya anak cucu kita, dimana Gunungsewu seperti dalam cerita? Jawaban apa yang bisa kita ucapkan, atas pertanyaan polos mereka?
Barisan gunungsewu menghijau menjulang indah, satu persatu terpangkas habis sisakan alam yang tidak lagi tertata.
Regulasi belum mampu dijadikan sandaran akan prinsip keadilan serta mengapai kemakmuran bersama. Hanyalah segelintir orang atas nama rakyat, mencicipi sedapnya madu tambang batu.
Alih-alih reklamasi untuk keseimbangan alam kembali, namun faktanya gunungku, gunungmu, dan gunung kita, kian hari semakin berkurang.
Bersama Kepala Balai Pengawasan dan Pengendalian Perizinan Energi dan Sember Daya Mineral (BP3 ESDM) Wilayah Gunungkidul, inilah video selengkapnya:
Wawancara Eksklusif: infogunungkidul Bersama Ir. Pramuji Ruswandono, M. Si, Kupas Persoalan Tambang di Gunungkidul. Agus SW-ig
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…
BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…