GUNUNGKIDUL, Jumat Pon – Usaha Tambang batu di Gunungkidul tidak ubahnya secawan madu, sangat manis, dan menjanjikan pundi-pundi keuntungan. Namun di balik semua itu, ada ancaman bencana longsor, hingga hilangnya jati diri Gunungsewu.
Gunung bukanlah barang yang bisa diperbaruhi, sekali ditambang habis tidak akan muncul penggantinya. Manakala kelak ditanya anak cucu kita, dimana Gunungsewu seperti dalam cerita? Jawaban apa yang bisa kita ucapkan, atas pertanyaan polos mereka?
Barisan gunungsewu menghijau menjulang indah, satu persatu terpangkas habis sisakan alam yang tidak lagi tertata.
Regulasi belum mampu dijadikan sandaran akan prinsip keadilan serta mengapai kemakmuran bersama. Hanyalah segelintir orang atas nama rakyat, mencicipi sedapnya madu tambang batu.
Alih-alih reklamasi untuk keseimbangan alam kembali, namun faktanya gunungku, gunungmu, dan gunung kita, kian hari semakin berkurang.
Bersama Kepala Balai Pengawasan dan Pengendalian Perizinan Energi dan Sember Daya Mineral (BP3 ESDM) Wilayah Gunungkidul, inilah video selengkapnya:
Wawancara Eksklusif: infogunungkidul Bersama Ir. Pramuji Ruswandono, M. Si, Kupas Persoalan Tambang di Gunungkidul. Agus SW-ig
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…