Categories: PEMERINTAHAN

Gerakan Pemasangan Tanda Batas Tanah dan PTSL Diawali dari Gunungkidul

NGLIPAR, Rabu Legi – Gerakan pemasangan tanda batas bidang tanah, dan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), diawali dari Kabupaten Gunungkidul.

Acara gerakan pemasangan tanda batas bidang tanah, dan pemberkasan dalam rangka PTSL tahun anggaran 2018, dipusatkan di Balai Dusun Ngaliyan, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Rabu,(27/12).

Hadir dalam acara Gubernur DIY, diwakili Pakualam IX, perwakilan ATR/BPN, Ir. Tri Wibisono, dan Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos, serta Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno, SE.

Sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, dibacakan Wakil Gubernur DIY Pakualam IX mengatakan, bahwa tanah merupakan hal yang sagat penting dalam pembangunan, dan kehidupan manusia.

Dalam UUD 45 dijelaskan, menurut Pakualam, pasal 33 ayat 3 menerangkan bahwa bumi, air, dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Oleh karena itu, pada saat ini dengan adanya kepastian hukum kepemilikan tanah sangat diperlukan,” terangnya.

Kepemilikan tanah selalu diawali dengan kepastian hukum letak tanah. Hal ini diatur dalam PP No. 24/1997, tentang pendaftaran tanah.

Dalam pendaftaran tanah, salah satu hal penting adalah proses pengukuran tanah. Sebelum proses pengukuran tanah dilaksanakan, harus dipastikan dulu bahwa telah dipasang batas tanah di setiap sudut bidang tanah.

“Hal ini dilakukan untuk menghindari perselisihan, dan sengketa batas tanah antar pemilik tanah,” lanjut Pakualam.

Pemasangan batas tanah juga harus disaksikan oleh pejabat, atau aparat yang mengetahui batas-batas tanah.

Gubernur juga mengapresiasi BPN DIY yang telah menyelenggarakan program serentak pemasangan patok batas tanah secara masal sekaligus gerakan penyiapan program PTSL.

Ia berharap program ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan dapat mewujudkan adanya keterlibatan, serta kepastian administrasi tanah.

“Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Ir. Tri Wibisono, Direktur Survey, dan Pemetaan Tematik, ARB/BPN DIY, menerangkan bahwa gerakan pemasangan tanda batas, dan PTSL di awali dari Kabupaten, Gunungkidul.

Ia juga menjelaskan bahwa DIY tahun 2017, mendapatkan target 100 ribu PTSL. Khusus Kabupaten Gunungkidul, ditarget 27 ribu lebih PTSL.

Kemudian untuk tahun 2018, ditargetkan 240 ribu, sedang jatah untuk Kabupaten Gunungkidul 79 ribu.

Presiden RI Joko Widodo, menurut Tri Wibisono, menginginkan tahun 2025 pendaftaran tanah harus selesai.

“Maka kami BPN DIY terus berupaya menyelesaikannya. Diharapkan tahun 2019 DIY menjadi propinsi lengkap pertama kali di indonesia,” harapnya.

Untuk mengejar target PTSL tahun 2018, pihaknya berkonsentrasi di pesisir selatan salah satunya di Kabupaten Gunungkudul.

“Maka dari itulah mau tidak mau suka tidak suka setiap desa akan di sertifikat kan,” tambahnya.

Diharapkan nantinya  bukan hanya gerakan di Gunungkidul tetapi untuk wilayah DIY secara keseluruhan.

” Karena dengan PTSL akan memaknai, mewarnai, dan bersinergi dengan visi misi DIY,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan pemasangan patok batas tanah secara simbolis oleh Wakil Gubernur DIY dan Bupati Gunungkidul.

 

Reporter: W. Joko Narendro_ig

infogunungkidul

Recent Posts

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

24 jam ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago