Tetapi, imbuhnya, “Saya termasuk orang yang optimis, bahwa kesadaran masyarakat terkait dengan memilih pemimpin akan secara alamiah berubah seiring dengan berjalanya waktu. Apalagi jika sudah diawali oleh gerakan dari kelompok masyarakat.”
Endah Subekti Kuntariningsih Ketua DPC PDIP Gunungkidul berpendapat, pada intinya Partai Politik butuh masukan dari masyarakat.
VIDEO TERKAIT:
“Bahwa siapa yang diinginkan untuk memimpin Gunungkidul, perlu masukan dari tokoh, wartawan, akademisi dan yang lain, sehingga parpol akan mempunyai banyak referensi. Perlu diketahui di dalam parpol ada mekanisme seleksi, uji publik, survey dan uji yang lain,” tegas Endah.
Menurutnya, calon pemimpin yang sesuai keinginan masyarakat harus dilihat, apakah merepresentasikan keterpilihan atau tidak, karena esensi yang diinginkan menang di tingkat TPS.
“Tetapi saya sangat apresiasi dan berharap, Parpol diberi masukan calon Kepala Daerah yang diinginkan untuk kemajuan Gunungkidul,” pintanya.
Berbeda dengan Ketua DPC Partai Demokrat Supriyani Astuti, dan Ketua DPD Partai Nasdem, Suparjo.
Mereka tetap bersikukuh, bahwa penentu calon pemimpin Gunungkidul adalah partai politik.
Tetapi, kata mereka berdua, masyarakat punya gagasan untuk menskrining calon pemimpin, itu sah-sah saja. (Bambang Putih)













