WONOSARI, Jumat Wage -Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, presentase penduduk miskin tertinggi Kabupaten Gunungkidul terjadi pada tahun 2012. Setelah itu, setiap tahun ada penurunan angka kemiskinan cukup signifikan. Fakta lain, indek kedalaman dan keparahan kemiskinan, Gunungkidul tertinggi di DIY.
Drs. Sumarwiyanto, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul, mengatakan, tahun 2012, prosentase penduduk miskin mencapai angka 22,71,% atau 157,8 ribu jiwa dari total penduduk Gunungkidul.
“Tahun 2013 turun menjadi 152,4 ribu jiwa, tahun 2014 menurun lagi di angka 148,39 ribu jiwa,” papar Kepala BPS Gunungkidul, (19/1).
Namun demikian, lanjut Kepala BPS, tahun 2015 sempat melonjak menjadi 155 ribu jiwa atau 21,73% melebihi tahun 2012.
Tahun 2016, menurutnya ada penurunan cukup signifikan, yaitu 139,15 ribu jiwa atau 19,34%. Sementara tahun 2017 menurun lmenjadi 135,74 ribu jiwa atau 18,65%.
Menurut Sumarwiyanto, di antara jumlah dan prosentase penduduk miskin, ada dimensi lain yang perlu mendapat perhatian. Dimensi itu sebagai tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
Indeks kedalaman kemiskinan (P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai P1, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan.
Sementara indeks keparahan kemiskinan (P2) merupakan indikator yang menunjukkan tingkat kesenjangan yang semakin melebar antara penduduk kaya dengan penduduk miskin.
Untuk itu menurutnya, selain mengurangi jumlah warga miskin, pemerintah juga harus mengurangi tingkat kedalaman dan tingkat keparahan kemiskinan.
Pada tahun 2017 angka P1 diperkirakan sebesar 3,36 ada penurunan dibanding tahun sebelumnya pada angka indeks P1 yang menunjukan adanya perbaikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin relatif terhadap garis kemiskinan.
Sejalan dengan perbaikan pada angka indek kedalaman kemiskinan, hasil Susenas Maret 2017 juga juga memperlihatkan tingkat kesenjangan antar penduduk miskin.
Indeks keparahan kemiskinan (P2) pada Maret 2017 sebesar 0,79 atau turun dari pereode Maret 2016 yang tercatat sebesar 1,30.
“Walaupun turun, untuk tingkat DIY, Gunungkidul masih paling tinggi,” pungkasnya.
Reporter: W. Joko Narendro_ig
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…