Jembatan Randusari, Akses Wisatawan dari Arah Jateng dan Jatim

163

NGAWEN, Rabu Wage-Jembatan baru, Desa Watusigar selesai akhir tahun 2017, diresmikan Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, Sos, Rabu, (24/01). Sarana tersebut menjadi penunjang utama jalur wisata Gunungkidul bagian utara (Guntara).

Pembangunan jembatan yang membelah sungai Oyo tersebut terletak di Rt 01/03, Padukuhan Randusari, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen.

Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos mengatakan, jembatan tersebut menjadi jalur alternatif bagi wisatawan dari Jawa Tengah, dan Jawa timur.

Lebih jauh ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini dilakukan karena yang lama terlalu sempit, tidak layak untuk dijadikan jalur pariwisata.

“Ini wujud pemerataan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gunungkidul, Ir. Eddy Praptono dalam laporanya mengatakan, jembatan dibagun dengan anggaran APBD, menelan anggaran Rp.13,5 miliar lebih.

“Panjang jembatan 80 meter, tinggi 11 meter, dan lebar 9 meter. KontruksiĀ  beton pracetak, lapis permukaan atas menggunakan lapis perkerasan lentur,” jelasnya.

Eddy menambahkan, jembatan dibangun di atas tanah lahan milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Pengadaan dimulai tahun 2016.

“Luas tanah 6.883 meter persegi,” imbuhnya.

Eddy berharap, pembangunan jembatan yang dikerjakan selama 160 hari ini bisa mondongkrak jumlah wisatawan.

Hadir dalam peresmian jembatan, Wakil Bupati, Kapolres, Damdim 0730 Gunungkidul, Kepala Kejaksaan Negeri Wonosari, Forkominda, dan beberapa OPD yang lain.

Bupati Gunungkidul menandatangani prasasti, serta memotong ronce kembang melati.

 

Reporter: W. Joko Narendro_ig




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.