WONOSARI, Kamis Pon–Jono Loka, Paguyuban Dukuh Gunungkidul, menggelar pertemuan dengan anggota DPRD, dan Bupati. Di Bangsal Sewokoprojo, Jonoloka menyampaikan tiga hal antara lain: penghasilan tetap (siltap) dukuh, tata cara pemberhentian perangkat desa, serta pengurusan kartu keluarga (KK). Dua aspirasi tambahan, menyangkut pengucuran dana keistimewaan serta BPJS.
Ketua Janaloka Anjar Gunantoro mengatakan, penyampaian aspirasi tersebut sangat mendesak untuk dilakukan. Anjar beralasan, tugas dukuh terbilang berat.
Menurutnya penghasilan yang diterima dukuh harus setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang berlaku. Jumlah yang diterima saat ini, tanpa Anjar menyebut nominal, dirasa tidak sebanding dengan tugas yang dikerjakan dukuh.
“Peningkatan kesejahteraan tidak cukup dengan menaikkan nominal siltap per bulan,” kata Anjar (9/11).
Menurutnya, peningkatan pendapatan bisa ditempuh melaui pemberian tunjangan jabatan, tunjangan anak-isteri, hingga santunan pendidikan.
Aspirasi yang kedua, Jonoloka meminta kepada pemerintah agar tidak semena-mena saat memberhentikan dukuh/ perangkat desa.
Selebihnya, penerbitan KK menurut Anjar, prosedur yang dilalui terlalu panjang.
“Hal itu menjadi beban masyarakat karena harus mengeluarkan biaya besar serta waktu lama. Kabar pelayanan gratis akhirnya tidak akan dinikmati masyarakat,” tuturnya.
Sebaiknya, demikian Paguyupan Janaloka meminta, supaya prosedur pengurusan KK dikembalikan seperti sediakala.
Jonoloka juga menyinggung pengelolaan Danais. Anjar meminta agar danais langsung masuk ke Desa dan Padukuhan melalui APBDes.
Menyoal BPJS, Jonoloka menyebut, Pemerintah harus menanggung sepenuhnya. BPJS Kades dan perangkat pantas berlaku seumur hidup.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengapresiasi masukan Paguyuban Janaloka. Dia akan menyampaikan hal itu kepada Bupati.
“Saya yakin Bupati juga telah memikirkan nasib Dukuh,” kata Drajad.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno, SE menyampaikan, diskusi dengan Jonoloka cukup menyenangkan.
“Menyampaikan aspirasi itu syah. Kami tidak akan tinggal diam. Semoga yang menjadi permintaan Jonoloka terpenuhi, meski belum semua, ” ucapnya.
Dari 1.431 anggota Jonoloka, yang hadir menyampaikan aspirasi sebanyak 80 dukuh. Red
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…