Kecantikan Pariwisata Gunungkidul Dipilih Berikutnya Dijual

236

WONOSARI-SENIN LEGI | Penduduk Gunungkidul sebelum ada update dan laporan terbaru jumlahnya 774.609 jiwa. Mereka diberi kebebasan mengamati kemajuan pengembangan dunia pariwisata lima tahun ke depan 2021-2026.

Dasarnya, sejak kampanye, Bupati Sunaryanta memang terpikat kecantikan dan pesona pariwisata Gunungkidul.

Dr. Supriyadi, intelektual yang tinggal di Desa Petir, Rongkop, Gunungkidul menanggapi rencana yang ditulis Dinas Pariwisata dalam Raperda 2021-2026.

Wisatawan, menurut Dr Supriyadi hanya beli aqua dan ke toilet. Karena mahal jajanan di area wisata, wisatawan domestik membawa bekal nasi box.

“Apakah fenomena itu sudah dicermati dan diantisipasi? Ingat manajemen marketing tidak ada kontrak logistik dengan wisatawan,” tutur Dr. Supriyadi, 18-7-2021.

Seperti diketahui, melalui Raperda RPJMD 2021-2026, Dinas Pariwisata mengukur kemajuan pariwisata di Gunungkidul bisa ditempuh melalui berbagi cara.

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono salah satu di antaranya adalah melalui target capaian belanja wisatawan per orang per hari.

Target pengunjung tahun 2022 adalah 2.450.000, sedang target pembelanjaan wisatawan Rp 95 .000,00 per orang, sehingga setahun targetnya tak kurang dari Rp 232.750.000.000,00.

Tahun 2023 target pengunjung 2.800 orang, target belanjaan sebesar Rp 110.000,

Tahun 2024, Tingkat belanja wisatawan Rp 135.000,00 per orang, sedang target pengunjungnya sebanyak 3.100.000 orang.

Tahun 2025 tingkat pembelanjaan Rp190.000,00 per wisatawan. Target pengunjung sebanyak 3.500.000 orang.

Tahun 2026 tingkat pembelanjaan Rp 200.000,00 per orang targetnya 4.000.000 pengunjung.

Harapannya akhir tahun 2026 4 juta orang mau merogoh kocek untuk jajan di Gunungkidul sebesar Rp 800 milyar.

Menurut Dr. Supriyadi, Wisatawan Gunungkudul adalah warga lokal. Biasanya lebih suka bawa bekal sendiri.

“Dan jika pengendara roda 2 berani merogoh kocek kemudian jajan sebesar seperti ditargetkan Dinas Pariwisata adalah hebat,” pungkas Dr. Supriyadi mengacungi jempol. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.