Kedaulatan Pangan Gunungkidul Belum Terwujud

2205

WONOSARI– Kamis Pon | Di era perubahan iklim, peran pertanian, sektor pangan sangat strategis. Namun demikian, khususnya di Kabupaten Gunungkidul, kedaulatan pangan yang dicita-citakan oleh masyarakat sampai dengan saat ini belum mampu terwujud. Hal ini dapat dilihat dari berbagai hal, salah satu contoh, sumber pangan pokok yaitu beras, Gunungkidul masih bergantung pasokan dari wilayah lain.

Hal itu disampaikan, panitia perayaan Hari Pangan Sedunia tahun 2019 saat mengadakan audiensi dengan Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S. Sos, di ruang rapat Bupati, Kamis (10/10/2019).

Video Terbaru:

Sutejo, koordinator jejaring organisasi tani Gunungkidul memaparkan, masyarakat petani Gunungkidul mungkin sudah optimal dalam budidaya sumber pangan, namun pada kenyataannya distribusi sumber pangan yang ada di wilayah Gunungkidul masih belum memadai.

Sebagai bentuk upaya agar bisa menjamin terhadap ketersediaan pangan, keamanaan pangan, kontinuitas pangan, di seluruh wilayah administratif Kabupaten Gunungkidul, maka para pelaku pasar, penyedia sumber pangan khsusunya beras banyak yang masuk ke wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Ketersediaan pangan dan kemampuan masyarakat menyediakan pangan bagi dirinya masih rentan. Bencana kekeringan yang kerap melanda di wilayah Gunungkidul ini, yang kadang menghantui terhadap kekurangan pangan, mengingat pada dekade tahun 1960-an di wilayah kabupaten Gunungkidul pernah terjadi kelangkaan terhadap ketersediaan pangan.

“Hal inilah, yang mendasarkan untuk adanya bentuk dukungan dari berbagai stakehorder baik itu masyarakat, lembaga pemerintah maupun non pemerintah, bersinergi untuk mampu mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.