Kesaksian Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh

1921

WONOSAR – MINGGU WAGE | Pasien positif menderita Corona virus Disease atau Covid-19 yang terkonvergensi negatif atau telah dinyatakan sembuh, tentu menjadi kabar yang membahagiakan. Khamdan (51) mantan pasien urutan 04, warga Padukuhan Gadungsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari kini dinyatakan sehat oleh dokter, sehingga pada hari Sabtu (02/05) telah di izinkan pulang.

Ditemui di rumahnya Khamdan, pria yang akrab dengan sapaan Pak Haji tersebut, membagikan cerita saat dirinya terinfeksi Covid-19 hingga saat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Wonosari.

Bahkan saat mengutarakan ceritanya, pria tersebut sempat meneteskan air mata lantaran ia sangat bersyukur masih diberi kesehatan.

INFO HARI INI-TEMBUS 1000 LEBIH ODP, KETUA DEWAN MELAKUKAN KUNJUNGAN MENDADAK

Ia memulai bercerita pada awalnya, dirinya melakukan perjalanan pulang dari Jakarta di jemput oleh Roni warga setempat. Sesampainya di rumah, ia berinisiatif untuk memeriksakan diri ke salah satu dokter di wilayah Desa Baleharjo. Tak hanya itu, Khamdan juga telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya.

“Saat itu juga saya periksa ke Dokter Harjuna Baleharjo, yang kemudian diberikan surat keterangan sehat yang dikirim melalui pesan WhatShapp saya,” jelasnya.

Khamdan pun juga menegaskan, kabar mengenai penjemputan dirinya sepulang dari Jakarta yakni tetangganya bernama Pardi tidak lah benar.

Pardi diketahui merupakan tetangganya yang telah meninggal dunia, sementara istrinya yang bernama Siti dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19 urutan 03 setelah warga Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong dan seorang anggota Polisi warga Desa Logandeng, Kecamatan Playen.

“Memang saya perah bertemu dengan bapak Pardi, sepulang dari Jakarta, itupun jaraknya juga jauh, Pardi pun meninggal dunia karena indikasi sakit paru-paru,” jelasnya.

Setelah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 pria yang ramah senyum itu tak henti – hentinya mengucap rasa syukur. Sembari meneteskan air mata, Khamdan pun berterimakasih kepada perawat maupun dokter yang telah memberikan pelayanan dan perawatan selama dirinya menjalani karantina di ruang isolasi RSUD wonosari.

“Tidak terbayangkan mbaknya (perawat) dan bapak (Dokter) dengan sabarnya saat merawat saya, sangatlah saya mengucapkan berterimakasih,” pungkasnya. (Hery)

INFO HARI INI-BERSINGGUNGAN LANGSUNG DENGAN PASIEN PULUHAN RELAWAN IKUTI RAPID TEST INI HASILNYA




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.