Ketua DPRD Gunungkidul Tiap Bulan Laporan ke Rakyat

270

GUNUNGKIDUL-RABU PON | Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, SE bersama dua Ketua Komisi melihat ulang dua agenda penting yang telah dilaksanakan bulan Februari dan awal Maret 2021. Hal itu sebagai perwujudan laporan kepada rakyat melalui media.

Pertama pengawasan protokol kesehatan dan serah terima jabatan bupati Gunungkidul dalam jumpa pers, di Kampung Emas, Plumbungan, Putat, Patuk 2/3/2021.

Tiga Wakil Ketua DPRD tidak hadir, ijin karena ada kegiatan yang berbeda. Endah hanya didampingi Ketua Komisi A, Eri Agustin serta Ketua Komisi D, Supriyadi.

Menurut Endah, Persoalan Covid-19 terus menjadi perhatian Pemda Gunungkidul. DPRD melakukan pemantauan program faksinasi untuk tenaga medis. Disamping juga ada catatan khusus pelanggaran protokol kesehatan oleh Heha Ocean View (HOV).

“Pemerintah Pusat menginstruksikan, tenaga medis menjadi sasaran awal program faksinasi Covid-19,” ujar Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, di depan sejumlah wartawan.

Soal trending topik bahwa HOV melanggar protokol kesehatan menurut Endah menjadi agenda tersendiri yang harus dibicarakan dengan Bupati Sunaryanta.

Pasalnya, sebagaimana diketahui, usai sidang paripurna istimewa Bupati Sunaryanta menyatakan, bahwa tidak akan menutup HOV.

Menurut awak media sikap Bupati Sunaryanta kontras dengan kemauan Pemerintah Pusat maupun masyarakat.

Itu lah yang perlu diklarifikasi, tegas Endah, agar eksekutif dan legeslatif ada kesamaan pandangan serta langkah.

Endah Subekti juga menegaskan, bahwa refokusing alokasi anggaran, DPRD tidak dilibatkan, karena Perpu mengaturnya demikian, tetapi dia berpesan agar penjadwalan ulang anggaran tidak dilakukan sembarangan.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi A, Eri Agustin menyoroti soal praktek penguasaan tanah di Gunungkidul.

“Belum ada pencermatan, tetapi soal penguasaan batas atas luas lahan, diduga banyak pelanggaran,” tegasnya.

Menyinggung kegiatan belajar mengajar (KBM) Supriyadi, Ketua Komisi D menyampaikan, bahwa tahun pelajaran baru 2021, seluruh sekolah di Gunungkidul akan menerapkan kegiatan tatap muka, dengan resiko apa pun. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.