Sajian berupa paket kopi tubruk, ini penjelasan Santi, pramuniaga Kapé, pengunjung bisa memilih gula batu, atau gula pasir, dengan aneka camilan goreng berupa mendoan serta bakwan jagung.
Bertamu di siang hari, meski terik matahari akan terasa sejuk, karena kompleks Kapé terdapat hamparan sawah 6.000 meter persegi, menghijau sepanjang tahun.
“Panen padi bisa 3 (tiga), bahkan 4 (empat) kali sebanyak 60 karung gabah basah,” timpal Ngatiran, ayah Kandung Agus Rianto.
Sungguh, kolaborasi kreatif, yang jarang ditemukan, komentar Mudilestari, pengamat pariwisata Gunungkidul. Dia nencatat, dalam waktu dekat, Kapé segera akan dilaunching.
Bambang Wahyu Widayadi
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…