Sajian berupa paket kopi tubruk, ini penjelasan Santi, pramuniaga Kapé, pengunjung bisa memilih gula batu, atau gula pasir, dengan aneka camilan goreng berupa mendoan serta bakwan jagung.
Bertamu di siang hari, meski terik matahari akan terasa sejuk, karena kompleks Kapé terdapat hamparan sawah 6.000 meter persegi, menghijau sepanjang tahun.
“Panen padi bisa 3 (tiga), bahkan 4 (empat) kali sebanyak 60 karung gabah basah,” timpal Ngatiran, ayah Kandung Agus Rianto.
Sungguh, kolaborasi kreatif, yang jarang ditemukan, komentar Mudilestari, pengamat pariwisata Gunungkidul. Dia nencatat, dalam waktu dekat, Kapé segera akan dilaunching.
Bambang Wahyu Widayadi
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…