Kuras Gentong Kyai Sobo Diburu Masyarakat Luar Gunungkidul

120

NGLIPAR, MINGGU WAGE – Agenda rutin kuras gentong Kyai Sobo di Padukuhan Pengkol (02/01), Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar dilaksanakan setiap pergantian tahun baru Islam 1 Muharram atau 1 Suro dalam kalender Jawa. Bukan hanya warga lokal yang datang untuk mengambil airnya, namun juga diburu warga luar Gunungkidul.

Adanya kepercayaan tertentu terhadap khasiat air yang ada di gentong Kyai Sobo, membuat orang berdesakan antri untuk memperoleh jatah air sesuai wadah yang mereka siapkan.

Seperti halnya Warsimin (55) warga Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, menyampaikan kepada awak media, bahwa dirinya jauh-jauh datang ke Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar untuk mendapatkan air kurasan gentong Kyai Sobo.

“Sengaja saat kirab pusaka 1 Suro, saya datang ke Nglipar untuk mendapatkan air Kyai Sobo,” ungkapnya, Minggu, (16/09).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pertama kali mengetahui adanya tradisi kirab pusaka dan kuras gentong Kyai Sobo dari gurunya di Purwokerto Banyumas.

Warsimin mengisahkan, Kala itu sang guru memberikan perintah kepadanya, agar berziarah di makam Kyai Ageng Damar Jati atau Sunan Tremboyo. Setelah melakukan penelusuran informasi dari berbagai sumber, Warsimin pada kesempatan 1 Suro 1952 kemarin (red-1 muharram 1440 H) bisa datang langsung mengikuti acara kirab pusaka, ziarah makam dan kuras gentong Kyai Sobo.

“Karena ini perintah guru, saya meyakini semoga nantinya urusan saya lancar atas perantara air suci Kyai Sobo,” ungkapnya.

Sementara itu Joko salah seorang warga Desa Pengkol yang juga pemerhati budaya menjelaskan, air gentong Kyai Sobo berasal dari 7 tempuran air sungai Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, kemudian 7 curug dan 9 air sumber Wali Songo, air Zamzam serta puluhan sumber air yang mengandung tuah.

“Semua tergantung niat dan keyakinan masing-masing, untuk menggunakan air tersebut. Tentunya yang menyangkut hal positif,” pungkasnya. (Ag/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.