LOBSTER PADA SEBUAH DOA

730

Paduka ciptakan langit dan bumi.
Paduka restui pergantian siang dan malam.

Paduka ijinkan kapal berlayar di laut penuh muatan.
Semua bermanfaat bagi manusia.

Engkau turunkan dari langit berupa air.
Lalu dengan itu Engkau hidupkan bumi setelah dia kering dan mati.
Engkau tebarkan ke laut juga ke bumi bermacam-macam binatang.
Engkau kendalikan kisaran angin dan awan antara langit dan bumi.
Semua itu adalah tanda kebesaran bagi orang-orang yang mengerti.

Benih Bening Lobster ya Robbi selamatkan dari kerusakan dan kemusnahan karena ketamakan manusia.

Kerusakan di darat terlihat.
Batu kapur digempur.
Kini merambat ke laut.

Benih Bening Lobster diangkut.
Siapa yang bangkrut?
HambaMu ya Waduud.
HambaMu wahai yang Maha Mengasihi.

Warga Handayani takut kemurkaanMu merenggut, kemurkaanMu merampas rezki.

Meski mata penguasa tertutup, Engkaulah Yang Maha Menyaksikan.

HambaMu bermunajat Ya Qâdiru.

Wahai Yang Maha Menyeimbangkan.
Karunia kesabaran adalah senjata pamungkas untuk memaklumi tingkah manusia yang tidak memahami kehendakMu.

Ampunilah segala kesalahan mereka. Karena mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang tidak mengerti, bahwa mereka tidak mengerti.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.