Lurah Keluhkan Ulah Warganya, Caplok Lahan SG Ribuan Meter

706

WONOSARI-SENIN KLIWON | Bambang Sukoco Lurah Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidu, DIY keluhkan ulah warganya sendiri SP (65) asal Padukuhan Wareng 3, Kalurahan Wareng yang mengeser patok batas lahan pekulen atau lahan pertanian pribadi dengan lahan lungguh yang notabene termasuk lahan Sultan Ground (SG).

Tidak tanggung-tanggung, tindakan SP ini tergolong nekat, karena akibat menggeser batas lahan, saat ini lahan lungguh kehilangan luasan mencapai kurang lebih 1500 meter persegi.

“Setiap tahun yang bersangkutan menggeser batas lahan. Sebenarnya saya juga telah menyiapkan material batu untuk membuat batas lahan kalau orang Jawa bilang galengan, tetapi karena yang bersangkutan tidak bisa diberi penjelasan baik-baik terpaksa hingga saat ini material batu hanya menumpuk dipinggir lahan,” ungkap Sukoco, Kamis, (04/02/2021) sore.

Sukoco menerangkan, kejadian tersebut ironisnya telah berlangsung hampir 35 tahun serta oleh yang bersangkutan lahan tersebut telah disertifikatkan. Meski telah berganti kepemimpinan Lurah satu ke Lurah lainnya hingga saat ini, polemik tersebut tak kunjung selesai.

“Upaya mediasi pernah saya mulai beberapa tahun lalu dengan lembaga serta yang bersangkutan, tetapi semuanya masih gagal. Untuk lapor ke BPN Kabupaten Gunungkidul juga telah kita tempuh tetapi masih nihil belum ada respon dan tindakan nyata,” keluh Sukoco.

Sukoco menambahkan, menjelang akhir purna tugas sebagai Lurah di Kalurahan Wareng, dirinya bertekat untuk tuntaskan permaslahan tersebut. Sukoco mengklaim, apa yang dilakukan sebgai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin untuk meluruskan persoalan yang salah, sehingga dikemudian hari, siapapun yang menjabat sebagai Lurah di Kalurahan Wareng tidak akan dibebani PR masa lalu. (Agus. SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.