PLAYEN-JUM’AT KLIWON | Tolak balak untuk melawan rasa takut, Desa Banyusoco bersholawat. Dengan megumandangkan sholawat umat berusaha menggapai safaat.
Sutiyono, Ketua Majelis Sholawat Dzikir Taklim Sabillul Mutadin Ass Sa’dah Gunungkidul menyatakan hal itu usai kegiatan di komplek Halaman Masjid Al Badriyah Padukuhan Sawah Lor Desa Banyusoco, Kamis (19/3/20) malam.
Menurutnya, dengan bersholawat penyakit diharapkan hilang, karena penyakit dari Alloh, yang mengangkat, dan menghilangkan adalah Alloh pula.
“Jangan takut penyakit apa pun jenisnya. Janji Alloh itu sungguh menakutkan, sementara Bapak Ibu tidak takut dengan ujian corona,” pinta Sutiyono.
Tidak tanggung-tanggung, lanjut mantan Kades Banyusoco ini, tajuk yang dipilih Majelis adalah “Masyarakat Bersholawat Corona Minggat”. Tentu ini karena kekuatan Alloh semata.
Majelis Sholawat dipimpin Habib Mustofa Syayidi Barabagh. Lc. sementara tausyiah disampaikan KH Ahmad Zabidi Marzuki. Lc.
Habib dan KH Ahmad Zabidi Marzuki. LC Pengasuh Pondok Pesantren Ar Romli Wukirsari Imogiri Bantul dalam ceramahnya menyatakan, rahasia menghadapi cobaan (Corona: Red) kuncinya adalah waspada dan jaga diri.
“Tablik akbar diikuti 2000 jama’ah berasal dari Kecamatan Playen, Panggang, Saptosari, Paliyan Wonosari, bahkan ada yang dari Kabupaten Bantul,” ujar Sutiyono.
Mejelis tersebut rutin dilakukan setiap Minggu Paing. Tetapi, kata Sutiyono, dimajukan menjadi malam Jumat Kliwon. Alasannya, jama’ah memilih hari baik di penghujung bulan Rojab 1441 Hijriyah.
“Di Bulan April 2020, Minggu Pahingan akan digelar di masjid Baitul Rohman Dusun Banyusoco,” pungkasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)






