Soal kesempatan memberi masukan hanya retorika penyelenggara negara seperti biasa. Dengan pengalaman kasus Bandara Kulonprogo, proyek JJLS ini yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional pasti akan terus berjalan dan setiap suara dari rakyat hanya akan seperti “kentut” yang hanya akan membuat penyelenggara menutup hidunya dan menguap bersama angin.
Tapi menurut saya, rakyat harus tetap terus meneriakkan sesuatu yang menurutnya benar, walau mungkin akan membentur tembok kekuasaan yang masih jauh dari kata “melayani rakyat” dan akan tetap menggaungkan jargon “tidak ada keinginan sedikitpun dari negara untuk menyengsarakan rakayatnya.
Dalih super istimewa, bahwa setiap pembangunan adalah sebesar-besar untuk kesejahteraan rakyat. Saya hafal argumetasi seperti itu.
Bekti Wibiwo Suptinarso
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…