PROYEK JJLS membuka ruang partisipasi publik, itu hanya basa-basi, supaya kelihatan demokratis. Suara rakyat tidak lebih dari “kentut” warga pengonsumsi jagung. Baunya akan ditolak oleh semua hidung.
Ihwal JJLS, semua senang, kecuali rakyat yang terdampak dan mau mikir panjang terkait proyek yang didanai dengan hutang dari Islamic Development Bank (IDB) itu.
Pertanyaannya siapa yang akan menikmati sarana infrastruktur jalan ini? Seberapa besar masyarakat Gunungkidul menerima manfaat? Sudahkah rakyat terdampak mendapat kompensasi dengan baik atas tergusurnya “rencana mereka” bukan sekedar ganti rugi atas tanah, bangunan dan tanaman diatasnya?
Untuk sekedar menyesuaikan diri dengan jalan dengan tahu desainnya saja, agar paling tidak mendapat remah-remah dari “lalulintas ekonomi” yang nantinya akan lewat “katanya“, sulitnya bukan main.
Page: 1 2
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…