PROYEK JJLS membuka ruang partisipasi publik, itu hanya basa-basi, supaya kelihatan demokratis. Suara rakyat tidak lebih dari “kentut” warga pengonsumsi jagung. Baunya akan ditolak oleh semua hidung.
Ihwal JJLS, semua senang, kecuali rakyat yang terdampak dan mau mikir panjang terkait proyek yang didanai dengan hutang dari Islamic Development Bank (IDB) itu.
Pertanyaannya siapa yang akan menikmati sarana infrastruktur jalan ini? Seberapa besar masyarakat Gunungkidul menerima manfaat? Sudahkah rakyat terdampak mendapat kompensasi dengan baik atas tergusurnya “rencana mereka” bukan sekedar ganti rugi atas tanah, bangunan dan tanaman diatasnya?
Untuk sekedar menyesuaikan diri dengan jalan dengan tahu desainnya saja, agar paling tidak mendapat remah-remah dari “lalulintas ekonomi” yang nantinya akan lewat “katanya“, sulitnya bukan main.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…