NASDEM GUNUNGKIDUL: ANTARA POLITIK BELAH KETUPAT DAN POLITIK BUBUR KACANG HIJAU 

2218

SETELAH politik katak lompat pada Februari 2020, di Gunungkidul  awal Maret tahun yang sama muncul politik belah ketupat.

Mayor Sunaryanta, Bahron Rasyid serta Immawan Wahyudi melakoni politik Katak Lompat, demi meraih rekomendasi dari Ketua Parpol, tempat mereka mendaftar.

Lebih detailnya strategi Katak Lompat (Baca:  https://infogk/pilkada-2020/)

Benyamin Sudarmadi beda siasat. Selaku politisi NasDem, secara personal dia merapat ke PDIP.  Issunya, Benyamin bakal mendampingi Bambang Wisnu Handoyo.

Keputusan Benyamin Sudarmadi agak bertetangan dengan pernyataan yang sering dia katakan sendiri di depan publik.

“Saya manut dan taat kepada perintah Partai,” ucapnya di berbagai kesempatan.

Faktanya, dia nyelonong sendirian, dengan dalih telah meminta ijin ke Ketua DPW NadDem DIY, H. Subardi.

Ada dugaan, bahwa langkah Benyamin Sudarmadi adalah strategi belah ketupat. Artinya, jika menang pasti merebut kursi Wakil Bupati, tetapi jika kalah, NasDem lebih beruntung, karena harapannya Wahyu Purwanto duduk di kursi Bupati.

Kalau strategi itu benar, NasDem Gunungkidul pada Pilkada 23 Septenber 2020, justru  dalam posisi tidak terlalu betuntung, karena suara pasti tergerus.

Simulasinya begini,  ada suara yang ke Wahyu Purwanto, ada yang ke Benyamin Sudarmadi, dan ada ada pula yang ke Anton Supriyadi, sepanjang yang disebut terakhir lolos verifikasi faktual.

Jika simulasi itu pisitif, Nasdem Gunungkidul memasuki ranah politik bubur kacang hijau. Artinya, kursi Bupati tidak diraih, kursi Wakil Bupati hilang digasak kompetitor. Siapa yang diuntungkan, ditunggu saja Rabu Pahing 23 September 2020, pukul 17.00 Wib.

Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.