November Belum Turun Hujan, Pemkab Bersiap Gunakan Dana Cadangan

155

WONOSARI, MINGGU PON – Anggaran dana penanggulangan kekeringan di Gunungkidul hanya sampai bulan Oktober 20118. Dari anggaran 640 juta sampai Sabtu (29/09) sudah terpakai sebesar Rp. 500 juta. Jika ternyata sampai bulan November belum juga turun hujan dan dampak kekeringan masih terjadi, Pemkab akan menggunakan dana cadangan tak terduga yang masuk dana darurat kekeringan.

Edy Basuki, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menjelaskan dari total anggaran dana Rp 640 juta, sampai saat ini sudah terpakai Rp 500 juta.

Setiap bulannya, Basuki menjelaskan, rata rata menghabiskan dana Rp 100 juta lebih. Sedangkan anggaran hanya sampai bulan Oktober. Dampak kekeringan sudah berjalan dari bulan Juni 2018 sampai sekarang.

“Anggaran sebesar itu digunakan untuk membeli air, ganti spare part truk tanki, membayar sopir, dan operator di lapangan,” ungkapnya, Sabtu, (29/09).

Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan droping air ke daerah yang terkena dampak kekeringan.

Menurut Basuki, dampak kekeringan saat ini semakin meluas, dengan adanya tambahan daerah terdampak yaitu di Kecamatan Semin tepatnya Desa Candirejo.

“Total pengiriman sampai akhir bulan September sudah mencapai 2600 tangki air bersih.

Dalam tiga bulan terakhir ini paling banyak droping air masih dipesisir selatan seperti di Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Panggang dan Purwosari,”papar Basuki.

Basuki menambahkan, jika hingga Bulan November belum ada hujan dana tidak terduga dapat dicairkan untuk menambah anggaran droping air bersih.

“Pemda dalam hal ini bupati tentunya tidak tinggal diam, akan menggunakan dana tidak terduga untuk droping, diberlakukan darurat bencana kekeringan,” pungkasnya. (Joko/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.