Pastikan Aman, Bawaslu Pantau Distribusi Logistik Hingga TPS

1054

WONOSARI-SELASA PON | Sehari menjelang pencoblosan, aktivitas sejumlah lembaga terkait semakin meningkat dalam melakukan persiapan. Salah satunya adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengatakan bahwa, pihaknya menerjunkan anggota untuk mengawasi distribusi logistik Pilkada.

“Pengawasan kami lakukan sejak distribusi ke tingkat kalurahan hingga tiba di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata Rosita, pada Selasa (08/12/2020) siang.

Ia menjelaskan, pengawasan ketat dilakukan demi memastikan jumlah logistik yang terdistribusi sesuai dengan berita acara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul. Protokol kesehatan saat proses distribusi pun turut dipantau.

Selain itu, pengamanan akan dilakukan selama logistik berada di tiap balai kelurahan hingga sampai ke TPS. Pengamanan tersebut melibatkan pengawas tingkat kapanewon hingga kalurahan.

“Sebisa mungkin logistik terjaga dari berbagai kondisi, mulai dari cuaca ataupun penyalahgunaan dari pihak-pihak tertentu,” jelas Rosita.

Bawaslu Gunungkidul sebelumnya menerjunkan 5 tim untuk menertibkan belasan ribu Alat Peraga Kampanye (APK) di seluruh wilayah. Penertiban dilakukan mengingat saat ini sudah memasuki masa tenang.

KPU Gunungkidul memulai distribusi logistik Pilkada sejak 6 Desember lalu. Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Andang Nugroho mengatakan logistik langsung dikirimkan ke seluruh kalurahan.

“Distribusi kami lakukan selama 2 hari, langsung ke kalurahan agar lebih efisien,” jelasnya.

Selanjutnya pada hari ini logistik kotak suara akan didistribusikan ke seluruh TPS. Prosesnya pun mendapatkan pengawalan ketat, sejak dimulainya distribusi dari Kantor KPU Gunungkidul hingga ke seluruh TPS.

KPU Gunungkidul sebelumnya telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 599.850 pemilih. Jumlah TPS yang tersedia pun sebanyak 1.900 titik, di mana seluruhnya akan menerapkan prokes saat pencoblosan nanti.

“Sebelumnya kami sudah melakukan simulasi dan menilai prosesnya bisa sesuai prosedur serta prokes,” kata Andang. (Hery)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.