WONOSARI – Selasa pon | Ngatir, warga Kedungwanglu, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Gunungkidul, mewakili 30 lebih, penjual tanah tegal menyatakan tidak merasa tergusur dari kampung halaman.
Hal di atas disampaikan terkait berita yang diunggah infogunungkidul.com
dengan judul: Pembelian Tanah Tegal Puluhan Hektar Modus Baru Menggusur Penduduk Setempat.
“Kami justru di pihak yang diuntungkan, karena membeli tanah seharga Rp 10 juta, laku terjual hingga Rp 100 juta lebih,” ujar Ngatir, didampingi 3 warga lain di Kantor Redaksi infogunungkidul.com, (3/3/20).
Ngatir menerangkan, bahwa, di Banyusoco masih banyak warga lain yang justru menginginkan tanah tegalnya segera laku terjual. Menurutnya, antara penjual dan pembeli tidak ada persoalan sama sekali.
“Kami menjual secara suka rela, tidak ada paksaan dari pihak manapun. Juga tidak ada istilah gusur-nenggusur,” tegasnya.
Terpisah, Karmiyo, selaku Kasi Pemerintahan, Banyusoco menjelaskan, bahwa jual beli tanah tegal terikat adanya regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Tanah tegal secara aturan tidak bisa dibeli oleh warga luar Desa Banyusoco,” terangnya.
Berbeda dengan tanah pekarangan, lanjut Karmiyo, warga dari luar, secara regulasi, membeli tanah pekarangan di Banyusoco adalah dibenarkan.
Pihak BPN Gunungkidul, terkait penjualan tanah berpuluh-puluh hektar menjekaskan secara rinci di berita sebelumnya dengan judul:
Membeli Tanah 30 Ha Harus Berizin Hak Guna Usaha
Bambang Wahyu Widayadi
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
View Comments
Tak merasA karena lagi butuh duit. Mereka tidak berpikir panjangnya. Untuk anak cucunya kelak