Penyelamatan Wisatawan Tim SAR Hadapi Kendala

158

TANJUNGSARI, (Sabtu Kliwon) – Kekurangan personil serta alat kelengkapan menjadi kendala utama yang dialami tim Search and Rescue (SAR) Satuan Pelindung Masyarakat (Satlinmas) Wilayah 2 Pantai Baron dalam upaya penanganan dan pengamanan wisatawan selama tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2, Marjono. Lebih lanjut dia menyampaikan, pada tahun 2018 terjadi 98 kasus kecelakaan laut. Dari jumlah tersebut, 2 orang dinyatakan meninggal dunia dan 1 orang diantaranya hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

Dengan personil SAR terbatas, pantauan petugas dalam upaya menekan angka kecelakaan laut (laka laut) sudah dilakukan secara maksimal. Menurut Marjono adanya laka laut dipicu oleh pengunjung yang tidak mengindahkan papan informasi tanda area berbahaya.

Selain itu petugas SAR dilapangan juga senantiasa memberikan himbauan dan peringatan melalui pengeras suara agar para wisatawan tidak terlalu ke tengah saat bermain.

“Kami telah mengusulkan untuk penambahan personil di titik-titik pantai baru yang di buka masyarakat. Selain itu, pengajuan sarpras seperti kapal jungkung juga kita ajukan,” jelas Marjono, Jumat, (04/01).

Marjono menambahkan, pada tahun 2018 Pemerintah Propinsi DIY melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah membangun pos pantau di pantai Jungwok dan pantai Nguyahan.

“Untuk tahun 2019 nanti akan dibangun lagi pos pantau di pantai Drini dan pantai Siung,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah 2, Surisdiyanto menyampaikan, berdasarkan data dari bulan Januari hingga Desember 2018 jumlah kecelakaan laut mencapai 98 kasus. Rinciannya ada sekitar 128 korban, diantaranya meninggal dunia 2 orang, hilang satu orang, dan selamat 125 orang.

“Untuk korban laki-laki lebih dominan yaitu sebanyak 94 orang dan untuk perempuan sejumlah 34 orang,” jelas Surisdiyanto.

Penulis          : Ag/ig
Foto Utama  : Tim SAR Pantai Baron (foto: Istimewa)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.