Pohon Pisang Disulap Menjadi Kerajinan Unik

113

NGLIPAR – JUMAT PON | Kerajinan berbahan baku pohon pisang masih asing terdengar di telinga kita, selain bahan kerajinan ini masih jarang digunakan oleh masyarakat pada umumnya, sebagian orang menganggap pohon pisang hanyalah sebagai sampah belaka. Dengan tangan-tangan terampil dan kreatif, pohon pisang kini dapat dijadikan bahan baku kerajinan tangan yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh kelompok binaan  Suyatin ( 46) warga Padukuhan Mengger, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul ini. Kelompok pengrajin ini mampu menyulap limbah pohon pisang menjadi pundi-pundi rupiah.

Dikoordinir Suyatin kelompok yang beranggotakan kurang lebih 20 orang ini mampu mengubah sampah pohon pisang menjadi produk kerajinan yang cantik dan bernilai jual tinggi.

 

 

Yatin demikian panggilan akrabnya mengatakan, bahwa dalam waktu 4 hari, kelompok yang ia latih dapat menghasilkan ±20 set keranjang dengan berbagai ukuran.

Ditambahkan Yatin, sangat disayangkan bahwa  selama ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa pohon pisang banyak manfaatnya bahkan dapat menghasilkan uang.

“Kelompok binaan kerajinan limbah pohon pisang ini sebagian besar warga setempat, ditambah dari beberapa wilayah lain seperti, Ngalang, dan Banaran. Selain ibu-ibu, beberapa anggota adalah mereka mantan PHK, bahkan mereka yang baru lulus sekolah semua kami latih agar pohon pisang tidak sia-sia terbuang,” ujar Suyatin ketua kelompok binaan kerajinan, Senin, (27/07/20).

Ia berharap dengan kegiatan ini, dapat membangkitkan semangat dan meningkatkan ekonomi kreatif di tengah pandemi. Menurutnya, mereka harus berkreasi meski memanfaatkan bahan yang tak berguna.

“Ini juga menjadi lapangan pekerjaan baru bagi ibu-ibu sehingga berpeluang menambah dan meningkatkan perekonomian mereka ,” terang Suyatin.

Dengan  tetap mematuhi protokol kesehatan, kelompok ini aktif berlatih dan berkarya di masa pandemi. (ertiana)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.