POTENSI AIR BERSIH DI GUNUNGKIDUL TIDAK ADA MASALAH

152
Oleh : Supardjo, SIP

Kami Berpendapat bahwa air minum alias air bersih di Gunungkidul tidak ada masalah. Potensi air dalam tanah banyak, sungai banyak, air laut di bibir pantai sepanjang 73 km.

Yang bermasalah adalah Pemerintah Daerah belum super fokus menangani kebutuhan pokok masyarakat kecukupan air. Artinya rancangan kecukupan air harus Masuk ke RPJMD.

Dalam catatan saya RPJMD DIY yang akan berakhir 2022 ini memberi amanat bahwa tahun 2025 masalah air di DIY harus teratasi termasuk di Gunungkidul sehingga perlu adanya penyelarasan program ini antara DIY dengan Gunungkudul 2021-2026.

Saya mengamati masalahnya bukan pada air, tetapi bagaimana warga itu bisa berkecukupan dalam hal kebutuhan air baku. Di sini masalah besarnya.

Beberapa hal bisa bisa dilakukan guna menyelesaikan persoalan. Pertama, masalah kelembagaan pengelola air. Pemda Gunungkidul ada PDAM Tirta Handayani. Itu harus dibenahi. Jangan dibiarkan di sana banyak masalah.

Kalau perlu dikelola pihak ketiga yang penting tidak menabrak aturan.

Dalam hal ini Perda bisa Perbupnya bisa disiapkan. Contoh bahwa setiap Desa yang punya sumber air bisa mengelola secara mandiri. Desa Gombang itu pusat air di seropan tapi desa Gombang malah nonton tidak ada fasilitas khusus untuk desa tersebut.

Contoh lagi sungai Oya. Air di sana setiap cekungan bisa dibendung dan dinaikan.

Lihat contoh lagi Arab Saudi. Itu air laut bisa dimurnikan. Siapa yang mampu melakukan seperti Arab Saudi,? Ya pemerintah.

Jangan dianggap sepele, panen air hujan melalui PAH macam zone selatan patut diterapkan di Gunungkidul bagian Utara.

Air di Gunungkidul itu tidak masalah. Yang bermasalah adalah bagaimana manusia memanen air yang sangat melimpah sehingga tidak hanya mengalir sampai jauh dan akhirnya kembali ke laut.

*)Penulis adalah Anggota DPRD DIY dari Fraksi NasDem berdomisili di Kapanewon Gedangsari Gunungkidul.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.