JAKARTA, Senin Pon – Syahwat politik, selama tujuh bulan terakhir diumbar di ruang publik. Umbar aurot itu semakin intensif, manakala Rabu 17 April 2019 (Pileg–Pilpres) tinggal menghitung hari. Keributan yang terjadi selama ini, karena durasi kampanye yang terlalu panjang.
Prof. Salim Said, di dalam ILC menyatakan, istilah perang total dan perang badar muncul itu merupakan salah satu konsekuensi logis panjangnya masa kampanye.
Perang, oleh Prof. Salim digambarkan sebagai layaknya anak-anak yang berkelai yang saling lempar batu.
Kena tidak kena, kata Prof. Salim, kelompok yang dilempar akan membalas melempar. Kalau batu habis, sepatu pun dijadikan pengganti peluru.
Baca juga: Rakernis Pidsus 2019, Kejaksaan Bidik Korupsi Besar
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…