WONOSARI, RABU LEGI -Total tanah SG di Gunungkidul 4.046 bidang, 70 % nya belum bersertifikat. Winaryo, SH, MSI Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Gunungkidul, mengatakan hal itu di Aula Kecamatan Tanjungsari (9/4).
Dia menjawab pertanyaan Slamet, SPd.MM, anggota Pansus DPRD DIY Tentang Pengawasan Pemanfaatan dan Pengelolaan Tanah SG PAG pada kunjungan kerja di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul.
Lambatnya proses pensertifikatan tanah ini justru ada di pihak Panitikismo Kraton Yogyakarta.
Tanah SG yang sudah bersertifikat baru 1.151 bidang, meliputi pensertifikatan tahun 2014 51 bidang, 2015 300 bidang, 2016 300 bidang, 2017 250 bidang, dan 2018 250 bidang (dalam proses).
“Kami mendorong Panitikismo agar lebih greget dan meningkatkan volume sertifikat. Kalau pertahun hanya mampu rata rata 250 sertifikat, berarti pas tahun 2030 baru selesai,” ujar Slamet berkelakar.
Semua unsur yang terlibat diminta bergerak cepat. Ini penting untuk mengurangi konflik horisontal di masyarakat, karena status tanah yang tidak jelas. (agung)
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…