Protein Belalang Goreng Kriuk Bantu Atasi Stunting di Gunungkidul

314

GUNUNGKIDUL-RABU PAHING | Luna Lukvitasari, dari Tani Center – IPB University dalam kanal Youtubenya membuat pernyataan mengejutkan.

Melalui Lembaga itu dia menyatakan bahwa belalang goreng olahan Suparjiem dari Kelompok Menur, asal Desa Wareng, Kapanewon Wonosari gurih dan lezatnya luar biasa.

Tani Center IPB University beralasan, kandungan protein belalang kriuk tidak kalah dengan udang goreng, bahkan dimungkinkan sangat membantu mengatasi stunting di Gunungkidul.

“Belalang goreng selain rasanya yang enak, gurih renyah seperti udang kandungan proteinnya juga tinggi,” papar Tani Center di kanal YouTube yang diunggah beberapa pekan silam.

Kandungan protein belalang goreng, menurut Tani Center University berkisar antara 35 – 60% berat kering (setelah diproses) atau 10 – 25% berat segar.

Menurutnya, warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah terbiasa mengkonsumsi belalang, baik belalang goreng, Sambel Goreng Belalang maupun Sate Belalang.

“Dengan kandungan protein yang tinggi belalang goreng membantu masyarakat Gunungkidul mengatasi Stunting balita. Belalang telah menjadi Ikon Wisata dan Kuliner Gunungkidul,” urai Tani Center University, meski tanpa merujuk bukti penelitian.

Memasak Belalang Goreng Kriuk khas Gunungkidul ala Suparjiyem (Petani Desa Wareng, Kabupaten Gunung Kidul, disebarluaskan melalui channel YouTube.

Suparjiem, tokoh Gunungkidul yang konon juga merupakan dosen tidak tetap di IPB ini juga pakar memasak kuliner berbagai jenis ikan laut. Dia acap bekerjasama dengan pengelola Pantai Puntuk Gesing, Girikarto, Panggang.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.