Punya Pisang Ambon Bertandan Dua, Petani Perlu Melakukan Uji Tanam

1328

NGLIPAR-RABU LEGI | Jogoboyo Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta, Ispawarto menginformasikan bahwa di Padukuhan Sriten tumbuh pisang Ambon berontong dua, sama besar.

“Pemilik pohon pisang ambon tersebut adalah Gino,” ujar Ispawarto, 14-3-2022.

Tidak perlu tercengang, karena tahun 2021 di Kapanewon Saptosari pernah tumbuhan pisang kepok bertandan empat. Pakar pisang dari UGM menyarankan petani harus jeli melihat potensi dan peluang.

Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, dosen Fakultas Pertanian UGM menyatakan, bahwa pisang bertandan dua, tiga, empat, lima dan seterusnya itu bisa disebabkan adanya mutasi alam yang sifatnya tetap atau sementara.

“Kalau mutasi tetap maka anakannya juga akan bisa membentuk tandan lebih dari satu. Namun jika mutasi sementara (temporary) maka anakan tidak akan bisa membentuk tandan dua atau lebih,” ulasnya.

Mutasi, menurutnya bisa terjadi pada meristem batang yang mempunyai primordia bunga. Penyebab mutasi bisa kondisi alam sekitar tanaman pisang tersebut.

“Misal populasi mikroorganisme tanah seperti bakteri yang bersifat plant growth promoting hizobacteria sehingga menghasilkan hormon yang bisa memicu mutasi yang menguntungkan, dengan tandan lebih dari satu.

Tetapi lanjut Dr. Endang, bakteri itu hanya salah satu faktor pendorong suhu tanah, pH tanah, nutrisi tanah juga bisa memicu terjadinya mutasi.

Dia menyarankan agar petani difasilitasi pihak desa untuk melakukan uji coba menanam anakan pada deretan tanah yang sama pula.

“Kalau tumbuh tandan 2 ya mutasinya permanen,” tandasnya. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.