Safe and Healthy: Mungkinkah Gunungkidul Ditutup

2676

WONOSARI-JUM’AT PAHING | Semakin merebaknya Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Gunungkidul, membuat banyak pihak merasa prihatin. Update terakhir Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat satu orang positif Covid-19.

Warsidi, ST, M.Si, MM, Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Gunungkidul, menyatakan bahwa, melihat perkembangan dampak Covid-19 atau virus Corona, khusunya di Kabupaten Gunungkidul  saat ini, tentunya banyak hal yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak berkopeten.

Demikian, kata dia, pihaknya sebagai masyarakat warga Gunungkidul, berinisiatif dan merasa terpanggil untuk berbicara. Apa yang disampaiakan harapanya dapat ditindak lanjuti oleh pihak-pihak terkait.

“Contohnya, pintu masuk Gunungkidul itu tidak banyak, misal di pintu masuk di wilayah Patuk, di situ bisa dilakukan pencegahan terutama pendatang atau warga Gunungkidul yang datang dari daerah yang masuk zona merah, misal dari Solo atau Jakarta,” katanya, Kamis (26/03/2020) sore.

Dikatakannya lebih lanjut, jika pemudik tersebut datang dari Jakarta misalnya, maka penumpang sehaurnya dapat dilakukan pemberhentian dahulu selanjutnya dilakukan pengecekan mulai dari suhu badan dan lain-lain.

“Saya rasa kalau inipun bisa dilakukan screening disitu dampak dari pada penyebaran covid-19 paling tidak itu bisa dicegah, sayangilah keluarga, ini juga liburan untuk tidak pulang kampung terlebih dahulu, untuk menjaga keamanan bersama,” jelasnya.

Sementara, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Eny Nur Widiastuti menyampaikan bahwa, untuk, penanganan supaya Kabupaten Gunungkidul safe, terkait Corona, Polri sebagai fungsi dan pendukung, sehingga leading sektornya tentu dari Pemerintah Kabupaten.

“Jadi Polri adalah sebagai pendukung dan fungsi keamanan dan kenyamanan masyarakat saja, misalkan dari Pemkab sendiri mengajak kita untuk berperan, kita pasti akan mendukung,” katanya. (Hr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.