Categories: PEMERINTAHAN

Sakit Menahun, Warga Wonosari Gantung Diri

WONOSARI, SENIN PAHING-Parto Dikromo Timbul (67) warga Dusun Karangduwet 2, RT/RW 24/10, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri (Gandir), Senin (07/01) pukul 04.00 WIB. Kuat dugaan korban frustasi dengan penyakit prostat yang ia derita sekian lama.

Kapolsek Wonosari Kompol Sutama menjelaskan, pukul 03.00 WIB Rina anak menantu korban merebus air di dapur. Rencananya air tersebut disiapkan untuk mandi Parto Dikromo Timbul, karena pagi hari ini jadwal periksa/operasi korban ke RSUP. Sardjito Yogyakarta.

Korban diketahui menderita penyakit prostat dan sudah pernah operasi 2 kali, sekitar 2 tahun lalu. Sedangkan, Anjar Wahyudi (36) anak korban, keluar rumah hendak buang air kecil. Ketika melewati teras dapur dia mengetahui orang tuanya sudah dalam kondisi tewas gantung diri.

“Mengetahui orang tuanya gantung diri, dia teriak minta tolong, akhirnya wargapun berdatangan,” jelas Kapolsek.

Mengetahui informasi adanya Gandir petugas Polsek Wonosari segera merapat ke tempat kejadian perkara (TKP). Berdasar keterangan saksi-saksi dan hasil pemeriksaan Dokter Puskesmas Karangrejek tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Disimpulkan oleh pihak medis korban meninggal murni gantung diri.

“Dalam kantong saku korban juga ditemukan selembar surat yang ditujukan untuk Anjar anak semata wayangnya,” ungkap Sutama.

Sementara itu Kepala Desa Karangrejek Marjono, membenarkan bahwa warganya meniggal gantung diri. Pemerintah Desa Karangrejek, dia menyampaikan, sebenarnya saat ini ada program pendampingan untuk warga stres, depresi, dan lainnya yang rentan akan tindakan bunuh diri.

“Tentunya kami sangat prihatin atas kejadian ini. Semua persoalan dapat diatasi semua penyakit juga ada obat penyembuhannya. Semoga ini terakhir kalinya,” ungkap Kades Marjono.

Seperti diketahui, Kabupaten Gunungkidul dalam catatan, setidaknya sudah ada 4 kali kejadian bunuh diri warga dengan cara Gandir, selama awal tahun 2019. Diantaranya warga Kecamatan Panggang, Ngawen, Semin, dan hari ini Kecamatan Wonosari. (Ag/ig)

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

1 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

1 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

1 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

2 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

5 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

6 hari ago