Sekolah Pinggiran Keluhkan Sistem Zonasi

198

PONJONG-SELASA WAGE | Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi yang diterapkan oleh Pemerintah memberi dampak negatif bagi sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Setidaknya tercatat dua sekolah pada jenjang SMA dan SMK, yang kini masih kekurangan calon siswa baru.

Dampak penerapan zonasi dirasakan juga oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Ponjong. Saat sekolah lain diserbu bahkan terpaksa menolak siswa lantaran melebihi kapasitas, sekolah ini masih kekurangan peserta didik baru.

Kepala sekolah SMK Negeri 1 Ponjong Suwarsidi S.Pd. mengatakan, bahwa sekolahnya memang terletak di bagian timur Kabupaten Gunungkidul, yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.

 

 

Sehingga, Suwarsidi menyimpulkan, dengan adanya sistem zonasi tersebut sangat memberi dampak negatif bagi sekolah.

Menurutnya, siswa yang mungkin saja akan mendaftar di salah satu sekolah pilihanya saat ini tidak dapat masuk di zonasi.

“Sistem zonasi tersebut sangatlah mempengaruhi bagi SMK N 1 Ponjong, soalnya daya tampung sekolah kami sebetulnya ada 252 siswa baru, sedangkan kekurangan masih sekitar 76 siswa, dan bisa dibilang kami kekurangan murid baru,” katanya, Senin (06/07/2020) siang, saat ditemui awak media di Sekolah SMK N 1 Ponjong.

 

 

Suwarsidi menambahkan, siswa yang masuk zonasi kebanyakan berasal dari desa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kekurangan murid di SMK N 1 Ponjong khususnya pada keahlian di kejuruan Audio Video.

“Sebetulnya ada 3 kopetensi keahlian di SMK kami, di antaranya Teknik Audio Video, Multimedia dan Teknik Kendaraan Ringan. Karena mungkin mereka tidak minat pada 3 kopetensi ini maka lari ke sekolah lain,” ujarnya.

 

 

Ia berharap, dengan adanya sistim zonasi pihak terkait dapat lebih mencermati dimana wilayah – wilayah yang perlu masuk zonasi dan mana yang tidak masuk zonasi.

“Upaya kita juga tak kurang, bersosialisasi ke sekolahan maupun ke masyarakat, meski begitu dengan adanya pandemi, sosialisasi hanya kita lakukan melalui online, jadi tidak leluasa door to door seperti tahun-tahun lalu,” tandasnya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.