SEMUA ORANG BISA BUKA PASAR BARU DI SEKITAR RUMAH

908

PASAR yang dikenal selama ini setidaknya ada empat : pasar modern, pasar digital, pasar tradisional dan pasar jemput bola (pedagang keliling).

Sesuai perkembangan dan kebutuhan muncul satu lagi, pasar terum batura. Pasar yang disebut terakhir barangkali identik dengan kapitalisme rakyat yang digagas Jhon Redwood Anggota Parlemen Britania Raya.

Terum Batura merupakan akronim dari Teras Rumah Serba Holtikultura (TRSH). Fakta menunjukkan, bahwa teras rumah bisa ditanami aneka tanaman holtikultura. Bisa sayuran, buah-buahan, rempah-rempah dan bahan pangan yang lain.

Mengutip pikiran Yoshihara Kunio yang ditulis dalam buku Kapitalisme Semu Asia Tenggara, Terum Batura ini bisa menjadi salah satu mesin pertumbuhan level rakyat selama ada minat dan semangat.

Gelombang Terum Batura tidak melayani umum tetapi terbatas untuk keperluan pangan sehari-hari, untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Memang tidak semua keperluan keluarga bisa didapat di pasar Terum Batura, tetapi setidaknya menopang keperluan dapur karena tidak semua kebutuhan harus beli.

Sesekali Pemerintah patut berguru kepada rakyat, dan tidak selamanya rakyat harus digurui, karena pikiran mereka, meminjam ideomatika Ki Hajar Dewantoro, selalu merdeka.

Artinya, bahwa tanpa diperintah oleh siapapun, kecuali oleh hati nurani, rakyat selalu bergerak secara dinamis dan dialektis.

Anggota Parlemen Britania Raya, Jhon Redwood menulis buku Kapitalisme Rakyat lebih kurang gambarannya seperti Terum Batura. Pemerintah tidak mungkin bisa intervensi terhadap pasar yang satu ini.

Pasar yang didirikan rakyat benar-benar bebas, karena dibuka di dekat rumah, semua serba free, murah meriah, tidak pernah terjadi fluktuasi harga, walau pasar yang lain gonjang-ganjing pada momen-momen tertentu.

Sebut misalnya di luaran harga lombok Rp 250 ribu per kilogram, di pasar Terum Batura, gratis. Nah, mari mendirikan Pasar Terum Batura.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.