September 2018 Amarilis Mulai Menggoda

1010

PATUK, SABTU WAGE – Amarilis dahulu dinilai sebagai tumbuhan pengganggu. Enam tahun terakhir, sejak dibudidayakan Sukadi, warga Desa Salam, Kecamatan Patuk, bunga amarilis mulai menggoda dan dikagumi wisatawan.

Amarilis biasa berbunga setelah tiga minggu hujan pertama, musim basah tiba. Menjelang masuk musim penghujan seperti saat ini, beberapa tanaman amarilis di kebun depan rumah Sukadi mulai tumbuh.

Guna memperlancar akses pengunjung, Sukadi melakukan perbaikan jalan masuk kebun, agar wisatawan lebih nyaman dalam berkunjung.

“Sejak 2015 banyak wisatawan tertarik melihat amarilis,” kata Sukadi, Jumat, (1/9).

Di lahan 3.050 meter persegi, 500.000 amarilis tumbuh, September 2018 siap berbunga menghiasi kebun Sukadi.

“Tahun 2017, saat amarilis mekar, setiap akhir pekan atau hari libur, kunjungan mencapai 4.000 orang,” terangnya.

Masuk kebun, lanjut Sukadi, pengunjung ditarip Rp 5.000,00, untuk kepentingan perbaikan tempat.

Sukadi mengaku, tahun 2017 dalam waktu 12 hari terkumpul Rp 42 juta.

“Saya tidak menyangka kebun ini menarik banyak orang. Awalnya saya berkebun hanya untuk menyelamatkan amarilis,” ujarnya.

Kebun budidaya penyelamantan dan pengembangan amarilis, kini dikelilingi Bougenville. (Wp/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.